WISATA KOTA, KOTA WISATA
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 15 November 2021

WISATA KOTA, KOTA WISATA

 Paul J. Andjelicus
Perencana Muda Dinas Parekraf Provinsi NTT
Anggota Ikatan Arsitek Indonesia  NTT

   Sebelum pandemi Covid-19 menghantam dunia secara global, pariwisata kota atau urban tourism mengalami peningkatan yang sangat cemerlang. Banyak kota-kota dunia menikmati kunjungan wisatawan yang datang dan  memberikan pemasukan devisa bagi negara. Tahun 2019 tercatat beberapa kota besar dunia mengalami peningkatan kunjungan wisatawan dari tahun sebelumnya.  Namun banyaknya kunjungan tersebut juga dibayangi  dengan kekhawatiran  menimbulkan masalah akibat overtourism seperti yang dirasakan beberapa kota besar dunia.  Jumlah wisatawan lebih banyak dari jumlah penduduk kotanya. Kota Amsterdam misalnya dikunjungi sekitar 18 juta wisatawan, sementara  jumlah  penduduknya hanya di bawah 1 juta jiwa. Praha, sebuah kota dengan jumlah  penduduk sebesar 1,3 juta orang, dikunjungi 7,9 juta wisatawan. Kemudian Barcelona, mencatat hasil fantastik dengan lebih dari 30 juta wisatawan pada 2018 melebihi jumlah penduduknya  yang hanya 1,6 juta. Kota - kota dengan pertumbuhan pariwisata tinggi, berpotensi menyebabkan tekanan pada infrastruktur jika pemerintah setempat tidak mengambil langkah antisipasi untuk mengelola pertumbuhan wisata. Membludaknya wisatawan tersebut membuat beban bagi sumber daya kota, masalah kemacetan, persampahan dan mempengaruhi daya dukung lingkungan kota.

    Selama ini  tanpa kunjungan wisatawan, kota sudah dihadapi berbagai masalah karena jumlah  penduduk  kota semakin meningkat dengan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, faktor utamanya  karena adanya urbanisasi dan kawasan perdesaan mengalami modernisasi dan berubah menjadi kawasan perkotaan baru. UN Habitat mencatat, penduduk perkotaan pada tahun 2015  telah mencapai sekitar 3,96 miliar (54 persen) dan diperkirakan akan  mencapai sekitar  5,06 miliar pada tahun 2030 (60 persen dari populasi dunia).  Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan urbanisasi tercepat di dunia. Tahun ini diperkirakan sekitar 151 juta orang atau lebih dari setengah populasi penduduk sudah tinggal di kawasan perkotaan. Proyeksi penduduk dari BPS menunjukkan pada tahun 2035 sebanyak 66,6 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan dan akan meningkat menjadi 70  persen pada tahun 2045.

   Pariwisata kota sendiri tumbuh sebagai akibat globalisasi perekonomian dunia pada akhir tahun 1970-an dan  berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir sejak 1980-an. Pariwisata kota merupakan kumpulan sumber daya aktivitas yang berlokasi di kawasan perkotaan dan menyediakan segenap aktivitas hiburan, bisnis dan sebagainya bagi pengunjung yang datang (national conference on urban tourism,2008). Pariwisata kota memang memiliki karakteristik   yang khas, berbeda dengan pariwisata pada umumnya yang daya tarik wisatanya memang hanya ditujukan untuk mereka yang berwisata. Wisatawan yang datang ke kota,  mengunakan fasilitas perkotaan yang juga digunakan oleh penduduk  kotanya sebagai daya tarik wisatanya seperti taman kota,  pusat-pusat perbelanjaan, museum dan monumen, restoran, alun-alun kota dan sebagainya.  

     Melihat peluang tersebut, pengembangan pariwisata perkotaan  pun meningkat dengan cepat. Semua kota berlomba-lomba untuk menawarkan sejumlah daya tarik dan keunggulannya. Namun perlu dipahami, pembangunan dan pengembangan pariwisata perkotaan (termasuk pariwisata secara umum) memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten dan evaluasi yang terukur dan konstruktif. Pembangunan pariwisata  perkotaan adalah pembangunan yang terintegrasi dan holistik untuk mewujudkan kepuasan semua pihak. Hal krusial dan berkaca dari pengalaman selama ini,  elemen dan komponen pariwisata kota perlu didukung oleh kemampuan dalam peningkatan daya saing pariwisata kota itu sendiri. Pada era globalisasi dengan persaingan yang ketat, setiap kota wajib terus memperkuat daya saing kotanya agar tetap bertahan dan diminati para wisatawan. Daya saing pariwisata  yang dimaksud adalah kemampuan sebuah kota untuk menyediakan jasa wisata kepada para wisatawan dengan kondisi yang lebih baik dari kota-kota lainnya.

 

Wisata Kota

       Wisata kota adalah suatu kegiatan untuk menarik wisatawan nusantara  (wisnus) ataupun mancanegera (wisman) dengan menyediakan akomodasi dan program kunjungan ke tempat yang menjadi daya tarik kota tersebut (Inskeep,1991). Wisata kota pada prinsipnya merupakan kegiatan wisata yang dilakukan dalam lingkup suatu kota dan melakukan berbagai kegiatan seperti berbelanja baik di pasar modern maupun tradisional, menonton pertunjukan atau festival, mengunjungi taman kota, menikmati kuliner setempat, berolahraga, mengunjungi bangunan atau kawasan bersejarah dalam kota dan lain sebagainya.

    Motivasi berkunjung seseorang ke suatu kota sangat beragam antara lain mengunjung teman/keluarga, urusan bisnis, karena alasan sekolah, mengikuti suatu kegiatan (olahraga, kesenian, pertemuan). Pada saat waktu luang, dimanfaatkan untuk mengunjungi obyek – obyek wisata yang ada di kota dan sekitarnya. Sebelumnya kota hanya menjadi tempat transit sebelum mengunjungi obyek-obyek wisata yang kebanyakan berada di lokasi yang terpencil atau jauh dari kota. Kota menjadi tujuan antara untuk mendapatkan informasi, menginap sementara untuk merencanakan perjalanan selanjutnya ke tujuan akhir. Namun dalam perkembangannya, kelengkapan fasilitas kota dapat menjadi daya tarik tersendiri.

    Salah satu keunggulan pariwisata kota adalah kelengkapan fasilitas dibanding kawasan perdesaan dan dalam unsur 5 A pariwisata semuanya dapat tersedia secara lengkap di kota. Sumber daya tersebut dapat dikemas menjadi daya tarik wisata kota yang terdiri dari elemen primer dan sekunder. Elemen primer seperti balai kota, kawasan jalan historikal, monumen kota, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, ruang publik kota,  museum kota, pasar tradisional, bangunan tua, even dan festival kota yang menarik. Sementara elemen sekunder adalah fasilitas akomodasi, restoran, pusat informasi dan sebagainya (Law,2002).

 

Menuju Kota Wisata

   Kota wisata adalah kota yang memang direncanakan dan dibangun untuk pariwisata dan wisatawan, mengandalkan pariwisata sebagai sektor utama penggerak perekonomian kota. Pariwisata perkotaan didorong untuk menjadi sumber utama  Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota  dan meningkatkan aktivitas ekonomi perkotaan yang menguntungkan bagi masyarakat kota. Secara teori, pariwisata akan ada dan tumbuh karena adanya perbedaan, keunikan dan kelokalan baik alam, budaya maupun buatan, sehingga semua yang dimiliki kota tersebut harus dilestarikan  sebagai aset berharga. Sebuah kota yang akan menjadi kota wisata disamping memiliki berbagasi fasilitas perkotaan yang menjadi daya tarik juga harus memiliki kekhasan dan keunikan tadi.

   Beberapa hal yang perlu dipersiapkan  adalah penyiapan infrastruktur kota seperti akomodasi, amenitas, sarana transportasi, penyiapan festival berkala  yang terjadwal dengan baik juga penataan atraksi wisata baik alam, budaya dan buatan di kota  dan kawasan pinggiran kota atau perdesaan terdekat dengan kota. Pengembangan kampung – kampung kota atau kawasan permukiman etnik juga dapat menjadi salah satu sumber daya wisata kota seperti kawasan Pecinan yang terkenal di beberapa kota baik di Indonesia maupun luar negeri.

   Kegiatan pariwisata perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur yang nyaman dan layak. Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa untuk pariwisata, hal pertama yang harus diperbaiki dan disiapkan adalah infrastruktur, kemudian amenitas dan daya tarik, baru dilakukan promosi besar-besaran. JIka tidak, wisatawan hanya datang sekali dan tidak akan kembali lagi.

    Pada akhirnya disamping memiliki infrastruktur dan  daya tarik obyek wisata kota yang lengkap, beragam, unik dan khas, sebuah kota dapat menjadi kota wisata jika beberapa aspek dapat dipenuhi seperti menyediakan rasa aman, nyaman  dan tenteram kepada pengunjung melalui keramahan (hospitality) warga kota terhadap pengunjung; mengutamakan kebersihan, kesehatan dan keindahan serta keberlanjutan kota; informasi pariwisata yang didukung infrastruktur  telekomunikasi  yang baik termasuk akses internet serta  adanya berbagai inovasi produk ekonomi kreatif dan berbagai  festival kota yang menarik.



Artikel Lainnya


MATERIAL BAMBU UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

TREND KE DEPAN, ARSITEKTUR SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BAGAIMANA POTENSI DAN PELUANG NTT?

MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555