EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 20 April 2021

EVALUASI DESTINASI WISATA NTT PASCA BENCANA ALAM

 

Bencana alam telah memporak-porandakan  Provinsi NTT selama 2 pekan pada akhir Maret dan awal April 2021 yang diawali dengan hujan  intensitas tinggi,  bencana alam air laut pasang /rob, banjir di beberapa kabupaten khususnya di Lembata, Flores Timur dan Malaka dan  puncaknya  Badai Siklon Seroja pada 5 April 2021 yang melanda Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua dan Sumba Timur. Dampak berbagai bencana alam  ini telah mengakibat ratusan korban jiwa meninggal dengan berbagai kerusakan baik rumah dan infrastruktur wilayah seperti jalan, jembatan,  jaringan listrik dan telekomunikasi. Akibat bencana alam ini juga menghantam hampir semua destinasi wisata yang ada di Provinsi NTT. Berangkat dari tingkat kerusakan yang ditimbulkan bencana alam ini,  maka Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menginisiasi  pertemuan bersama dengan topik Evaluasi Destinasi dan Industri Pariwisata Pasca Bencana Alam. Pertemuan  dilakukan pada Senin, 19 April 2021 secara daring yang diikuti beberapa dinas pariwisata kabupaten / kota, instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Balai Besar KSDA Provinsi NTT, pengelola kawasan wisata seperti perwakilan pengelola TN Kelimutu, TWA Wilayah Timor dan Flores serta  para pelaku industri wisata yaitu  HPI, ASATI dan PHRI NTT.

 

Provinsi NTT terletak di kawasan yang rawan bencana khususnya bencana alam dan menjadi salah satu dari 4 provinsi di Indonesia sebagai wilayah  paling rentan terhadap bahaya gempa dan tsunami. Bencana lainnya yang sering terjadi adalah kekeringan, serangan hama, angin puting beliung dan tanah longsor. Kejadian Pandemi Covid-19 secara global juga menjadi bencana luar biasa yang membuat  sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul tidak terkecuali di Provinsi NTT yang menjadikan pembangunan pariwisata sebagai prime mover pembangunan daerah. Pada pertemuan ini diberikan kesempatan kepada semua perwakilan peserta yang hadir untuk menyampaikan kondisi destinasi wisata di wilayahnya atau yang dikelolanya pasca bencana alam yang melanda NTT. Kesempatan  ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pikir upaya-upaya penanganan dan pemulihan kegiatan industri pariwisata di NTT pasca bencana.  

 

Dari hasil penyampaian para peserta,  kondisi destinasi wisata NTT memang mengalami dampak kerusakan mulai dari tingkat  kerusakan ringan sampai berat namun yang pasti adalah tingkat kunjungan wisatawan  menurun pada saat terjadi bencana. Kondisi destinasi wisata NTT  sebagian besar tidak mengalami kerusakan yang berarti  karena rata-rata mengalami kerusakan ringan dan sudah dilakukan upaya perbaikan dan penataan kembali oleh pengelola sehingga siap untuk menerima kunjungan wisatawan lagi. Namun terdapat beberapa destinasi wisata yang mengalami kerusakan berat antara lain destinasi wisata pinggir pantai di Kabupaten Rote Ndao, Sumba Timur, TTS  dan Lembata. Kerusakan yang terjadi meliputi kerusakan bangunan atau fasilitas pendukung wisata  dan akses jalan yang terputus seperti yang terjadi di Kawasan Praimadita Kabupaten Sumba Timur. Sementara untuk industri pariwisata yang terkena dampak berarti adalah hotel dan restoran di Kota Kupang yang mengalami dampak serius akibat Badai Siklon Seroja. Hal ini juga ditunjang  perjalanan wisata ke NTT mengalami kendala akibat pembatasan perjalanan di masa pandemi Covid-19 dan adanya larangan kapal – kapal wisata untuk berlayar sesuai peringatan dari BMKG selama masa bencana.

 

Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT DR. Ir. Wayan Darmawa,MT  pada kesempatan ini mengharapkan setiap kabupaten/kota untuk dapat menyampaikan laporan secara lengkap kerusakan destinasi wisata yang terjadi di wilayahnya khususnya yang memiliki tingkat kerusakan berat agar dapat diusulkan rencana anggaran untuk perbaikannya. Sementara bagi destinasi wisata yang mengalami rusak ringan disamping tetap membuat laporan untuk bahan usulan, diharapkan  dapat menata kembali dan mempersiapkan kawasannya agar dapat menerima kembali kunjungan wisatawan.

 

Kesimpulan rapat evaluasi ini   sebagai berikut:

·  Destinasi wisata di NTT secara umum  tidak mengalami dampak kerusakan yang besar selama bencana kecuali menurunnya tingkat kunjungan selama masa bencana.

·  Tantangan terberat dalam percepatan pemulihan pariwisata adalah banyaknya infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan baik yang menuju ke lokasi wisata maupun jaringan jalan lainnya yang akan berpengaruh nyata pada kunjungan ke destinasi wisata.

·  Tantangan lainnya  dalam  menyiapkan pariwisata yang aman bencana adalah dari sisi dukungan dan kualitas infrastruktur darat, laut dan udara yang ada.

·   Perlu disiapkan data dan informasi yang valid terkait usulan kebutuhan perencanaan  destinasi wisata yang tanggap bencana untuk bahan usulan perencanaan pembangunan tahun 2022 melalui pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

 

Penulis: Paul J. Andjelicus (Perencana Muda Dinas Parekraf NTT)



Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555