Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 14 December 2020

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Dr. Lerry Y. Rupidara

Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama, Setda Prov. NTT

Drs. Alexander B. Koroh, MPM

Sekretaris Dinas Parekraf Prov. NTT

 

Sabtu, 22 Agustus 2020 lalu, kami (Saya, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Kabag Kerja Sama) ditugaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjemput dan mendampingi Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN. Utusan Khusus Seychelles, Yang Mulia Nico Barito, saat itu, tiba di Bandara Internasional El Tari pada jam 06.40, dalam rangka  melakukan kunjungan kerja ke provinsi NTT. Kunjungan kerja ini lokusnya adalah di Kabupaten Rote Ndao, yang mana Gubernur NTT dan rombongan telah terlebih dahulu tiba di Rote Ndao. Karena itu, pejabat tinggi setingkat Dubes ini hanya melakukan transit di Kupang menuju Rote Ndao. Akan tetapi karena penerbangan ke Rote Ndao baru dilaksanakan pada pukul 15.20, maka waktu untuk berdiskusi dan mendampingi beliau terbuka lebar. Selanjutnya pada Senin 24 Agustus 2020 saya dan Sekretaris Dinas Parekraf Provinsi NTT sekali lagi menjemput kedatangan pak Dubes dari Rote Ndao pada jam 07.40, dan terus mendampingi beliau hingga keberangkatannya ke Jakarta pada jam 13.20. Oleh karena itu, sekali lagi tersedia waktu untuk menangkap berbagai pemikiran dan tindakan yang ditampilkan oleh Utusan Khusus Yang Mulia Nico Barito.

Pengembangan Pariwisata NTT

Pengetahuan dan cakrawala berpikir pak Utusan Khusus ini tentang pengembangan pariwisata luas tetapi menarik. Artinya beliau mengetahui big picture dan detail pengembangan pariwisata dalam pendekatan dan pola terbaik. Hal ini tidak mengherankan mengingat Seyschells adalah salah satu negara di dunia yang telah dan sedang melakukan pengembangan pariwisata dengan pendekatan dan model terbaik karena didasarkan pada gagasan besar high values, low volumes/Impacts. Bapak Nico mendorong agar pengembangan pariwisata NTT sebaiknya juga dilakukan dalam bentuk ini. Sebab pariwisata yang demikiannlah yang dapat mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan yang mengutamakan keselamatan lingkungan alam, kelestarian budaya lokal, dan keuntungan pengelolaan pariwisata yang langsung kepada seluruh masyarakat. Pariwisata yang didasarkan pada gagasan besar di atas tidak mengejar tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi, tetapi lebih mengutamakan jumlah wisatawan yang terbatas namun dengan kemampuan berbelanja yang tinggi dan hasrat untuk bersosialisasi dengan host (tuan rumah).

Hal di atas adalah krusial sebab jumlah wisatawan yang melampaui tourism carrying capacity hanya akan merusak lingkungan hidup, mengabaikan budaya lokal dan merugikan masyarakat lokal. Karena itu, tanpa pembatasan jumlah wisatawan akan bermuara pada pendeknya usia suatu destinasi wisata. Karena, destinasi wisata akan dengan cepat memasuki fase decline (kemundurun) sebagai konsekwensi dari memudarnya daya tarik entah alam, budaya, dan buatan yang dihancurkan/dirusak pengunjung. Dengan demikian destinasi wisata dimaksud segera ditinggalkan wisatawan dan menjadi arena yang kehilangan makna, maksudnya area tadi tidak lagi mampu menciptakan revenue yang mendukung terciptanya public values untuk kesejahteraan bersama bagi penduduk lokal. Oleh karena itu, menurut pak Dubes cara terbaik untuk menghindari kerusakan di atas maka pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Secara riil model ini hadir dalam bentuk pengembangan pariwisata yakni pengembangan homestay pada pariwisata estate atau kawasan pariwisata. Artinya pengembangan pariwisata mengutamakan pengembangan homestay di desa tertentu yang memiliki keaslian daya tarik budaya, alam dan buatan atau ketiga-tiganya yang memukau. Daya tarik menjadi landasan bagi pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan seperti terlestarikannya flora dan fauna, pengelolaan sampah yang baik, penyediaan sayur-mayur, bumbu dapur, daging dan telur organik. Selanjutnya pada kawasan wisata ini adat, tradisi, tarian dan lagu daerah dilestarikan melalui lembaga desa dan sanggar-sanggar seni desa, dan ditampilkan secara teratur pada panggung desa yang memberi ruang bagi para wisatawan untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan budaya di atas.

Tambahan pula pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di pariwisata estate yang menghadirkan homestay secara langsung memberikan keuntungan financial pada warga desa pemilik homestay. Pengelolaan dalam model ini tidak menyebabkan keuntungan besar berada pada tangan shareholder (pemegang saham) sebagaimana pengelolaan hotel dan atau terjebak para elite desa dari elite capture dalam pengelolaan akomodasi yang hanya memberikan keuntungan untuk para elit desa.

Dalam konteks pariwisata NTT, keberhasilan Seychelles dalam melestarikan flora dan faunanya melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan, menjadi contoh yang dapat kita tiru. Bahkan dengan keanekaragaman potensi kepariwisataan yang kita miliki, dan dalam kepemimpinan Gubernur VBL dan Wagub YNS pengembangan pariwisata NTT dapat terus maju, dan bisa saja suatu waktu melampaui pariwisata Seychelles.

Merakyat

Utusan Khusus President Seychelles ini, juga menekankan tentang betapa pentingnya kuliner lokal dalam pengembangan pariwisata daerah. Penekanan ini tidak hanya tampil secara verbal tapi nyata dalam tindakannya. Untuk itu beliau sangat menikmati kudapan lokal NTT yakni jagung rebus, ubi rebus dan kue lamet. Lebih jauh lagi dalam kerendahan hati beliau juga berkenan makan siang berasama kami di Rumah Makan RW Om Polin dan berikutnya di Rumah Makan Nasi Kuning Kali Sembunyi milik Aci Noni sekeluarga. Kerendahan hati untuk menikmati makan siang di rumah makan bersahaja di atas menunjukkan kerendahan hati seorang pejabat tinggi. “Yang penting menurut beliau makanannya harus sehat (organik), higenis, dan rumah makannya harus bersih.”

Dalam kerendahan hatinya Utusan Khusus ini juga berkunjung ke rumah Raja Kupang, Opa Leo Nisnoni dan berdiskusi serius mengenai sejarah kerajaan Kupang dan kontribusinya bagi kemerdekaan NKRI.

Apresiasi dari Utusan Khusus berhati mulia ini tidak saja menunjukkan itikat baiknya dalam mendukung pengembangan pariwisata di NTT, tetapi juga fakta menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki beraneka ragam potensi pariwisata kelas wahid. Oleh karena itu adalah penting bagi kita untuk tidak melihatnya sebagai take it for granted, tidak menghargai atau dianggap biasa-biasa saja dan tak bernilai. Kita perlu melihat pariwisata NTT dari sudut pandang sang Utusan Khusus di atas sehingga membantu untuk membangun kesadaran kepariwisataan kita dengan memahami dan menghargai potensi wisata kita lalu merawat dan melestarikannya melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Gagasan besar dan tindakan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN dalam pembangunan pariwisata, kami berharap membantu mencerahkan kita dalam mengembangkan pariwisata di NTT tercinta. Hal ini vital mengingat sektor pariwisata telah ditetapkan Gubernur VBL dan Wakil Gubernur YNS sebagai penggerak utama dalam penyelenggaraan pembangunan di provinsi ini. Pengembangan pariwisata yang telah, sedang, dan akan kita bangun hemat kami akan bermuara pada public values bila dikembangkan sebagaimana telah dilakukan di Seychelles. Dengan demikian berbagai hal baik akan kita peroleh bersama dari pengembangan pariwisata NTT yang konstrukif dan berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Gambar: Pantai Lasiana Kupang, sumber: istimewa

(artikel ini telah dimuat di kolom opini HU Victory News 26 Agustus 2020)


Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555