POTENSI WISATA BAHARI NTT ( PULAU TIMOR)
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 01 July 2024

POTENSI WISATA BAHARI  NTT ( PULAU TIMOR)

 

Paul J. Andjelicus

Perencana Madya Spasial Dinas Parekraf NTT

 

 

   Rancangan teknokratik RPJMN 2025-2045 menuju Visi Indonesia Emas 2045 menetapkan Koridor Bali dan Nusa Tenggara dari konteks pembangunan kewilayahaan,    menjadi Koridor Super Hub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bertaraf Internasional. Sementara tematik pembangunan tahun 2025 khusus untuk Provinsi NTT untuk mendukung rencana koridor super hub tersebut adalah sebagai  Pusat Pariwisata  Bahari dan Tematik Bertaraf Internasional.

 

   Bumi Flobamora yang sebagian besar rmerupakan wilayah laut, memang menyimpan potensi bahari yang luar biasa. Potensi wisata bahari tersebut  seperti pantai-pantai yang indah untuk rekreasi maupun berbagai kegiatan  wisata di laut dan sekitarnya seperti  kegiatan volli Pantai, selancar, snorkling, berlayar, memancing  dan diving.

 

  Arahan nasional bagi pembangunan kepariwisataan NTT perlu ditindaklanjuti dengan berbagai persiapan dan perencanaan. Salah satu adalah melakukan identifikasi kembali potensi wisata bahari. Destinasi wisata bahari dan juga wisata tematik dapat menjadi andalan bagi upaya peningkatan daya tarik berwisata di NTT dalam beberapa tahun mendatang.  Tulisan ini akan menggali potensi wisata bahari yang dimiliki NTT yang terdiri dari tiga pulau besar (Timor, Flores,Sumba) dan  diawali dari Pulau Timor.

 

TWAL Teluk Kupang

  Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang merupakan salah satu kawasan konservasi perairan yang mempunyai ekosistem yang lengkap baik di daratan, di atas dan di bawah air.  Potensi ekosistem tersebut khususnya potensi ekosistem bawah air yang indah dan diharapkan mampu menjadi magnet yang kuat.  

 

  TWAL  Teluk Kupang secara deliniasi wilayah masuk dalam 2 (dua) wilayah yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Untuk Kota Kupang terdiri dari Kecamatan Alak, Kecamatan Kelapa Lima, Kecamatan Kota Lama. Sementara  yang masuk wilayah Kabupaten Kupang terdiri Pulau Semau, Kecamatan Kupang Tengah, Kecamatan Kupang Timur dan Kecamatan Sulamu.

 

  Potensi yang dimiliki yaitu   Ekosistem Mangrove yang memanjang dari pesisir Paradiso, Oesapa, Tanah Merah, Oebelo, Nunkurus, Pariti hingga sebagian pesisir pantai Pulau Semau terutama di bagian Timur.  Ekosistem Terumbu Karang di sepanjang pesisir Teluk Kupang kecuali di bagian Tanah Merah, Oebelo, Nunkurus dan Pariti. Ekosistem Padang Lamun terdapat di sepanjang perairan TWAL Teluk Kupang yang merupakan daerah peralihan dari ekosistem pasir putih sebelum mencapai ekosistem terumbu karang (bbksdantt.menlhk.go.id)

 

  Pantai – pantai indah di Pulau Semau, ada Pantai Uiasa merupakan daerah yang cocok untuk kegiatan diving dengan panorama terumbu karang dan keanekaragaman hayati biota laut. Pantai Uiasa memiliki ekosistem padang lamun dan terumbu karang yang masih utuh. Kemudian di Pulau Kera,  ada Pantai Pasir Putih  yang belum dikelola. Pantai Tanjung Pelikan, di dekat Pulau Kambing cocok bagi wisatawan yang hobi bird-watching karena  merupakan daerah migrasi burung migran seperti  Pelikan.

 

Kota Kupang

  Kota Kupang memiliki garis pantai sepanjang 22   km dengan beberapa titik dan  kawasan memiliki potensi untuk pengermbangan wisata bahari. Terdapat beberapa pantai indah juga masuk dalam  wilayah TWAL Kupang seperti Pantai Lasiana dan Pantai Manikin. Pesisir pantai  dari Rumah Tuhuh ke arah pelabuhan Tenau merupakan lokasi yang ideal untuk kegiatan diving. Pengembangan untuk aktivitas wisata air di sepanjang perairan ini antara lain  diving, snorkling, dan permainan wahana air laut (banana boat, paralayang dan lain-lain).

 

Kabupaten Kupang

  Kabupaten Kupang memiliki Pantai Tablolong, di Kecamatan Kupang Barat yang sering menjadi ajang kegiatan bahari seperti lomba memancing. Juga ada Pantai Sulamanda di Kecamatan Kupang Tengah. Selain itu  terdapat sejumlah pantai wisata di bagian Selatan Pulau Timor yaiyu wilayah Amarasi  seperti Pantai Teres  di Kecamatan Amarasi Selatan dan Pantai Puru di Kecamatan Amarasi Barat.

 

  Termasuk sejumlah pantai di Pulau Semau yang membentang dari  sisi Barat sampai Barat Laut Pulau Semau. Mulai dari  Pantai Otan, Pantai Uimake, Pantai Uinian, Pantai Uitiuhtuan sampai Pantai Liman yang memiliki daya tarik yang kuat dan menjadi potensi pengembangan kawasan wisata bahari.

 

Kabupaten TTS

  Kabupaten TTS memiliki  sedikitnya dua pantai wisata yang terkenal yaitu Pantai Oetune  dan Pantai Kolbano. Pantai Oetune terletak di Oebelo, Amanuban Selatan menawarkan keindahan alam pantai dan gundukan pasirnya. Pantai Oetune yang sudah dikelola  Dinas Pariwisata TTS ini, sering dijadikan area foto prewedding.  Sementara Pantai Kolbano terletak di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano  dengan garis pantai yang menghadap ke Samudra Hindia, menciptakan pemandangan yang memukau. Pantai ini menjadi salah satu lokasi mineral batuan ayng sudah terkenal .

 

Kabupaten TTU

  Kekuatan wisata bahari di TTU berada di Kawasan Pantai Utara. Pantai Tanjung Bastian yang merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terletak di Desa Humusu, Kecamatan  Insana Utara, Pantai ini memiliki daya tarik khas berupa pemandangan laut, pasir, dan gunung. Kemudian ada Pantai Wini  di Desa Wini Kecamatan Insana Utara. Tempat ini merupakan objek wisata pantai yang masih alami dengan hamparan pasir putih yang asri. Pantai yang   terletak  sekitar 1 kilometer dari PLBN Wini,  menyimpan panorama indah terutama ketika matahari terbit (sunrise).

Kabupaten Malaka

  Potensi wisata Bahari yang ada di Malaka bertumpu kepada  sejumlah Pantai di sisi Selatan Pulau Timor yaitu Pantai Motadikin dan Pantai Abudenok. Pantai Motadikin memiliki garis pantai sepanjang 10 km yang sudah dikelola dengan adanya fasilitas penunjang. Disamping keindahan pantai juga ditambah dengan kesempatan untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat lokal sebagai nelayan. Kemudian Pantai Abudenok di Kecamatan Malaka  Barat. Kekuatan daya tarik pantai ini adalah hamparan pasir putih dan demburan ombak yang tenang. Disamping kedua pantai ini masih ada  Pantai Lamea di Desa Alkani, Kecamatan Wewiku dan  Pantai Berasi di Desa Rabasa Haerain di Kecamatan Malaka Barat

 

Kabupaten Belu

  Potensi wisata bahari  terletak di Kawasan Pantai Utara yang membentang dari Pelabuhan Atapupu sampai Teluk Gurita. Terdapat 2 kawasan pantai yang potensial untuk wisara bahari yaitu Pantai Aufuik dan Pantai Pasir Putih di Kecamatan Kalkuluk Mesak. Telah dilakukan berbagai studi pengembangan kawasan ini salah satunya adalah Perencanaan Kawasan Teluk Gurita yang menghasilkan beberapa zona pengembangan seperti Zona Patung Bunda Maria Segala Bangsa, Zona Kolam Susuk, Zona Kawasan Pemancingan dan Pemandian Aidila, Zona Kawasan Pantai Aufuik dan Zona Teluk Gurita  (Melchior Bria,2017).

 

  Potensi daya tarik wisata bahari yang ada di Pulau Timor akan semakin kuat magnetnya jika dilakukan penataan kembali dan promosi yang tepat. Kemudian didukung  dengan  berbagai event / festival khususnya event-event kebaharian di destinasi wisata bahari yang ada.  Seperti lomba memancing yang pernah dilakukan di Pantai Tablolong beberapa tahun lalu. Rally wisata  dengan menyinggahi beberapa pantai wisata terdekat atau  rally wisata menyusuri pantai Selatan Timor. Pengembangan  sport tourism tematik bahari juga dapat mulai dilakukan kembali mengingat tahun 2028 nanti,  NTT akan menjadi tuan rumah PON bersama NTB.


Dokumentasi : Istimewa



Artikel Lainnya


Menengok Pelatihan Barista di Kabupaten Manggarai Timur : Membangun Kapasitas Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif

MATERIAL BAMBU UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

TREND KE DEPAN, ARSITEKTUR SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BAGAIMANA POTENSI DAN PELUANG NTT?

MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555