PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 29 April 2024

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

(bagian 2 - selesai)

                      

Paul J. Andjelicus

Perencana  Madya Spasial  Dinas  Parekraf  NTT

Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi NTT

 

 

Perijinan Bangunan Pada  Usaha Pariwisata

  Dalam perijinan usaha yang berlaku saat ini, terdapat sejumlah persyaratan dasar dan teknis lannya antara lain memiliki ijin bangunan (PBG dan SLF).  Dalam PBG telah mencantumkan  informasi fungsi bangunan yang  meliputi fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial dan budaya dan fungsi khusus.  Untuk fungsi usaha, termasuk usaha pariwisata wajib memiliki sejumlah syarat tertentu  agar ijin usahanya dapat terbit sesuai regulasi yang berlaku.

 

  Usaha industri pariwisata yang ada terdiri dari 13 jenis  usaha yaitu daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, kegiatan hiburan dan rekreasi, penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), jasa informasi pariwisata, jasa konsultasi pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta dan spa.

 

  Usaha pariwisata tersebut   rata-rata memerlukan  bangunan gedung baik sebagai unsur penunjang maupun bangunan sebagai produk usaha. Bangunan sebagai unsur penunjang contohnya pada usaha daya tarik wisata, kawasan pariwisata atau wisata tirta. Produk wisata yang ditawarkan adalah keindahan alamnya bukan bangunan. Kehadiran bangunan sebagai unsur penunjang dalam bentuk kantor pengelola, toilet, gudang, kantin, bangunan shelter dan lainya.  Sementara untuk usaha  akomodasi (hotel, villa, resort),  MICE dan Spa misalnya, bangunan bukan saja sebagai unsur penunjang namun juga sebagai produk usaha yang wajib memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan  kepada pengguna dan wisatawan.

 

  Permenparekraf Nomor 4 tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Pariwisata, telah mencantumkan kriteria dan syarat minimum kebutuhan bangunan gedung dalam usaha pariwisata sesuai jenis usaha dan tingkat resiko dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI ).  Misalnya standar usaha Hotel Berbintang KLBI  55110  Resiko Menengah Rendah memiliki  persyaratah minimum  antara lain 1) Lift tamu untuk bangunan yang berlantai 5 (lima) atau lebih; bersih dan terawat  serta terdapat dokumen uji berkala; 2) Toilet umum yang bersih dan terawat dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik; 3) Tersedia instalasi air bersih dan dilakukan pengujian rutin atas baku mutu kualitas air bersih.  

 

  Sementara dari aspek produk usaha, syarat minimal bangunan gedung hotel  tersebut  antara lain 1). Bangunan usaha hotel, bersih dan terawat dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang arah menuju jalan keluar yang aman (evacuation sign), yang jelas dan mudah terlihat; 2) Lobi yang bersih, terawat, dengan sirkulasi udara, pencahayaan yang baik;  3) Front office (kantor depan) dilengkapi gerai/counter/fasilitas untuk tamu check in/check out; 4) Kamar tidur/unit hunian termasuk kamar mandi, dilengkapi tempat tidur beserta perlengkapannya, memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik,  pintu dan jendela dengan kunci dan alat pengaman, adanya tempat sampah serta denah lokasi kamar dan petunjuk penyelamatan diri.

 

  Untuk Wisata Agrowisata KBLI 93231, kebutuhan  minimum yang terkait dengan bangunan gedung  antara lain: 1) Ruang kantor/area administrasi yang dilengkapi peralatan dan perlengkapan dengan sistem pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik; 2) Tempat/area karyawan yang bersih dan terawat termasuk untuk pemyimpanan barang; 3) Aksesibilitas tangga landai (ramp) bagi keterbatasan fisik.

 

  Contoh lain untuk usaha Karaoke Beresiko Menengah Rendah KBLI 93292,   Sarana minimum usaha karaoke terkait bangunan gedung yang harus dimiliki  antara lain: 1) Ruang kantor/area administrasi yang dilengkapi peralatan dan perlengkapan dengan pencahayaan dan sirkulasi yang baik; 2) Ruang ganti dan tempat istirahat yang terpisah untuk karyawan pria dan wanita, yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan barang karyawan. Sementara dari aspek produk usahanya, standar gedung untuk usaha Karaoke antara lain 1). Memiliki ruangan minimal berukuran 2.5 meter  x 3.5 meter; 2). Penyejuk udara dan exhaust fan bersih terawat dan berfungsi dengan baik; 3). Tempat duduk dan meja terbuat dari material yang aman, bersih dan terawat; 4). Kaca kontrol yang dipasang di pintu masuk bersih, terawat dan mudah dijangkau; 5). Kedap suara terpasang aman dan memenuhi kelaikan pengunjung.

 

  Berbagai ketentuan bangunan dan fasilitas yang  diwajibkan dalam jenis usaha pariwisata seperti beberapa contoh diatas tentu perlu direncanakan dan dibangun dengan baik sesuai dengan standar  teknis bangunan gedung baik bangunan gedung sebagai produk usaha maupun hanya sebagai penunjang. Untuk memastikan hal tersebut, maka  sebuah bangunan gedung yang akan dibangun wajib memiliki perijinan bangunan melalui PBG dan SLF. PBG dan SLF menjadi dua kompenen penting dalam dunia konstruksi untuk memastikan tata bangunan dan keandalan bangunan dan kepatuhan terhadap peraturan.

 

  Dalam berwisata, wisatawan ingin mendapatkan kegiatan wisata yang aman, nyaman, selamat dan memperoleh pengalaman yang tak terlupakan untuk menjadi memori. Adanya perijinan bangunan (PBG dan SLF) menjadi jaminan kepada wisatawan dan semua pihak (pemilik dan masyarakat) bahwa bangunan gedung yang dibangun  untuk usaha pariwisata telah direncanakan dan dibangun sesuai   standar tata bangunan dan keandalan bangunan. Keselamatan dan kenyamanan wisatawan pada saat mengunakan bangunan gedung menjadi penting.

 

  Tidak boleh kita lupakan, kondisi letak geografis Indonesia  yang berada di zona gempa, menyebabkan hampir sepanjang tahun tejadi gempa bumi di berbagai daerah dengan skala yang berbeda-beda. Ini menjadi pertimbangan serius untuk menghadirkan bangunan gedung yang benar-benar dapat menjamin keselamatan dan keamanan pengguna. Sudah banyak korban manusia  akibat kegagalan bangunan saat terjadinya gempa bumi. Untuk meminimalkan korban, maka perlu bangunan gedung yang handal dan untuk memastikan hal tersebut pemerintah mensyaratakan bangunan gedung memiliki perijinan bangunan gedung.

 gambar: Ilustrasi pembangunan hotel. sumber : istimewa



Artikel Lainnya


MATERIAL BAMBU UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

TREND KE DEPAN, ARSITEKTUR SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BAGAIMANA POTENSI DAN PELUANG NTT?

MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555