WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 29 January 2024

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

(Tugas Besar dan Bersama Kita)

 

Paul J. Andjelicus

Perencana Madya Spasial Dinas Parekraf Provinsi NTT

 

   Industri pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai bangkit dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan pasca pandemi Covid-19  berakhir. Tahun 2020 dan 2021 kunjungan wisatawan ke NTT anjlok ke angka  650.000   dibanding tahun 2019 yang mencapai 1,4 juta wisatawan. Tahun 2022 kunjungan wisatawan mulai naik menjadi 1.1 juta wisatawan dan  tahun 2023 menjadi  sekitar 1.6 juta  wisatawan yang sebagian besar adalah wisatawan nusantara.

 

   Momentum kebangkitan ini yang perlu dijaga dengan upaya kolaborasi dalam skema pentaheliks (pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media) untuk memastikan adanya kunjungan wisatawan ke NTT yang menggerakkan industri pariwisata. Selanjutnya memastikan meningkatnya  lama tinggal dan  pengeluaran  wisatawan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

 

   Dalam Grand Desain Pembangunan Pariwisata NTT 2022-2028, fokus pada upaya Membangun Pariwisata NTT yang Berkualitas dan Berkelanjutan. Sementara dalam rancangan awal RPJN 2025-2045, NTT didorong  untuk menjadi superhub pariwisata bersama Bali dan NTB. Point pentingnya adalah pembangunan pariwisata NTT diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, lama tinggal dan pengeluaran wisatawan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah baik secara ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

 

  NTT  memiliki 1637 Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar 22 kabupaten / kota (Dinas Parekraf NTT,2023). Banyak pihak menilai potensi DTW memiliki keunikan tersendiri. Namun daya tarik wisata yang ada di NTT juga terdapat di daerah lain baik wisata alam, budaya  dan buatan. Semuanya memiliki keunikan masing – masing dan menjadi pesaing DTW di NTT.  Perlu kerja keras dan upaya terarah untuk memenangkan persaingan. DTW yang berkualitas akan meningkatkan daya saing dengan DTW di daerah lain  yang dapat dilakukan melalui beberapa langkah seperti penataan  daya tarik wisata,  peningkatan konektivitas wilayah, promosi  yang efektif dan  peningkatan sumber daya manusia.

 

Potensi Wisata Tematik

   Peningkatan kualitas daya tarik wisata dapat dilakukan melalui pengembangan wisata tematik. Potensi tersebut sangat   besar dari sejumlah daya tarik wisata (alam, budaya, buatan) dan berbagai aktivitas masyarakat yang ada.

 

  Sebagai provinsi kepulauan, wisata tematik bahari memiliki potensi yang sangat besar yang perlu dieksplorasi dengan prinsip berkelanjutan untuk melestarikan potensi  keunikan yang sudah ada.  Wisata bahari dapat dilakukan di  beberapa pantai wisata yang sudah terkenal baik di Flores, Sumba dan Timor. Untuk menyelam (diving) ada sejumlah spot menyelam indah  yang sudah terkenal antara lain di TN Komodo, Teluk Maumere dan perairan Pulau Pantar,  Alor. Untuk selancar (surfing) dapat dilakukan di Pantai Nembrala Rote Ndao.

 

   Wisata tematik kain tenun NTT menjadi potensi  wisata yang cukup besar, karena NTT memiliki sekitar 737 ragam motif kain tenun adat (Dekranasda NTT,2022). Contohnya  wisata kain tenun adat  melalui  pembangunan  Jalur Kain Tenun Adat di Pulau Sumba. Terdapat 10 rumah tenun adat Sumba yang dibangun dengan 9 rumah diantaranya dibangun di Sumba Timur. Ditambah kehadiran daya tarik wisata lainnya di Pulau Sumba, baik wisata pantai, keindahan alam dan budaya akan menghadirkan pengalaman eksplorasi yang menarik. 

 

   Desa wisata tematik menjadi salah satu model pengembangan  kualitas daya tarik wisata yang saat ini digagas pengelola KSPN Labuan Bajo (BPOLBF)  di Pulau Flores. Terdapat sekitar   30 Desa Wisata tematik di Flores yang dikembangkan dan  membentuk pola perjalanan wisata untuk meningkatkan pengalaman berwisata.  Konsep ini merupakan pengembangan selanjutnya dari desa wisata, dengan memperhatikan potensi unggulan dan keunikan yang dimiliki setiap desa.

 

  Wisata tematik lainnya adalah   wisata perbatasan negara  dengan sejumlah daya tarik wisata yang ada di TTU, Belu dan Malaka. Kawasan perbatasan memang direncanakan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan, baik  sebagai gerbang masuk maupun  menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang baru. Kegiatan pariwisata di kawasan perbatasan, selain menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, juga dapat mendukung pengembangan kabupaten yang berada di daerah perbatasan. Kedatangan wisatawan akan membuka potensi ekonomi bagi masyarakat setempat. Masyarakat dapat mengembangkan berbagai sektor ekonomi kreatif sebagai penyokong pariwisata, mulai dari bisnis kuliner, kerajinan tangan, hingga akomodasi seperti  penyediaan homestay.

 

   Untuk wisata rohani di NTT, banyak terdapat daya tarik wisata rohani dan sekaligus informasi sejarah berkembangnya agama Katolik dan Protestan di Bumi Flobamora. Ada wisata rohani yang sudah mendunia seperti Perayaan Semana Santa di Flores Timur  yang juga dilengkapi sejumlah DTW rohani di kota Larantuka dan sekitarnya. Beberapa DTW rohani di Pulau Flores seperti Gereja Tua, Gua dan Patung Bunda Maria seperti Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Bukit Nilo, Maumere Kabupaten Sikka,  sampai beberapa Gua Maria di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Sementara itu di Pulau Timor sendiri ada Taman Wisata Rohani Oebelo Kupang dan Patung Bunda Maria di Kawasan Wista Rohani Teluk Gurita Kabupaten Belu.

 

   Kemudian  sport tourism perlu dikembangkan kembali, mengingat NTT akan menjadi tuan rumah  PON ke-22 tahun 2028 bersama NTB. Beberapa kegiatan olahraga skala nasional dan internasional pernah diadakan seperti Lomba Perahu Layar, lari marathon sampai  balap sepeda Tour de Flores. Selanjutnya ada konsep Geowisata dan Geopark (Taman Bumi) yang mulai diperkenalkan di NTT yang merupakan wisata tematik berbasis keragaman geologi (geodiversity).  Kawasan TN Kelimutu Ende sudah berproses untuk ditetapkan sebagai Geopark Nasional.

 

   Wisata tematik terbaru adalah Astronomi di Kawasan Lelogama Kabupaten Kupang dengan kehadiran Observatorium Nasional (ObNas) Timau pengganti Observatorium Boscha di Lembang Bandung. Kemampuan pengamatan obyek alam semesta yang baik dimiliki ObNas Timau karena letak, kondisi lingkungan yang masih minim polusi cahaya dan debu serta  teknologi teleskop  yang dipakai. Ini  diprediksi akan manarik minat ilmuwan astronomi dan peminat wisata astronomi untuk datang ke Kawasan Lelogama.

 

Catatan Singkat

  Tentu masih banyak lagi potensi wisata tematik yang belum tertulis disini yang dapat digali, ditata dan diperkenalkan untuk menambah variasi daya tarik wisata dan memberikan pengalaman baru bagi wisatawan. Daya saing DTW  sendiri dipengaruhi banyak faktor antara lain citra image DTW, aksesibilitas, kelengkapan sarana prasarana dan keamanan. Tugas Besar dan Bersama Kita adalah melakukan pembenahan setiap faktor tersebut secara bertahap dan terarah, untuk  meningkatkan daya saing DTW NTT dengan daerah lain.

 

Selamat Tahun Baru 2024, Pariwisata NTT Bangkit dan Terus  Melaju



Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555