PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 31 August 2023

PENGEMBANGAN  WISATA  KOTA  DI  NTT (bagian 2-selesai)

Paul J. Andjelicus

Perencana Madya Spasial Dinas Parekraf NTT

Anggota IAI Provinsi NTT


    Dari pengalaman kota – kota yang ada ini dan keberadaan potensi daya tarik wisata yang dimiliki,  maka sudah selayaknya mengembangkan wisata kota di berbagai kota di NTT. Untuk saat ini Kota Kupang dan Kota Labuan Bajo merupakan  2 kota hub dan pintu gerbang utama masuknya wisatawan dari luar provinsi NTT yang telah mengembangkan wisata kota. Sementara kota lainnya yaitu   ibukota kabupaten yang ada, telah menjadi tempat transit bagi wisatawan yang akan menikmati keindahan daya tarik wisata di masing-masing kabupaten. Lokasi daya tarik wisata tersebut hampir sebagian besar terletak  di luar kota dengan jarak tempuh yang bervariasi.

 

     Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT telah memiliki sejumlah infrastruktur perkotaan yang cukup baik untuk melayani hampir 500 ribu penduduk kota yang tersebar di 51 kelurahan. Sebagai ibukota provinsi, maka Kupang telah memiliki infrastruktur yang lengkap mulai dari fasilitas transportasi, listrik dan telekomunikasi, air bersih sampai pendidikan. Namun begitu seperti yang terjadi di kota lainnya, masih ada  permasalahaan kota yang klasik dan perlu ditangani yaitu  masalah pengelolaan sampah dan jangkauan pelayanan air bersih.

 

     Sementara untuk daya tarik wisata,   terdapat  67 daya tarik wisata  baik alam, budaya maupun buatan (Dinas Parekraf NTT,2022). Jika dibuat tematik seperti DKI Jakarta maka untuk wisata rekreasi ada sejumlah tempat seperti Pantai Kelapa Lima, Pantai Kota Lama, Taman Nostalgia. Untuk wisata sejarah dapat mengunjungi Kawasan Kota Lama LLBK, Wisata olahraga maka terdapat kompleks Olahraga Oepoi, Wisata belanja dapat dilakukan di Lippo Mall dan Flobamora Mall dan beberapa toko souvenir. Untuk alam terbuka ada Taman Agrowisata Fatukoa (TAFA) dan hutan kota Fatukoa sementara untuk Alam dan Air ada Hutan Wisata Mangrove, Pantai Wisata Lasiana. Religi dapat mengunjungi Gereja Kota Kupang.

 

    Kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat  dalam 5 tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat dengan status sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo segmentasi premium. Dampak penetapan tersebut, pembangunan fisik dan non fisik di Labuan Bajo telah dilakukan dengan sebagian besar  anggaran dari pusat. Berbagai infrastruktur kota telah dibanguan sekaligus mendorong pengembangan wisata kota di Labuan bajo yang akan terus dikembangkan menjadi Kota Wisata mengingat  posisi yang strategis di ujung Barat Pulau Flores sebagai gerbang masuk utama ke NTT.

 

    Beberapa fasilitas dan daya tarik wisata yang sudah dibangun di Labuan Bajo antara lain Kawasan Water front City Labuan Bajo,  Creative Hub di Puncak Waringin dan  rehabilitasi Kampung Ujung sebagai wisata kuliner. Juga beberapa tempat untuk menikmat pemandangan senja seperti Bukit Cinta, Puncak Amelia dan Puncak Silvia.  

 

    Kehadiran daya tarik wisata ini dilengkapi dengan  sejumlah fasilitas hotel berbintang dengan posisi yang strategis yang dapat menikmati keindahan sunset di Labuan Bajo dan area water front Labuan Bajo dengan latar belakang  perahu Phinisi. Beberapa hotel terrsbut antara lain Hotel Padma, Hotel Meruorah, Sunset Hill Hotel, Ayana, Plataran Komodo dan Local Collection yang bergaya Yunani.

 

    Sementara kota - kota lain, masih terus berupaya untuk melengkapai daya tarik wisatanya sambil terus melengkapi infratruktuktur dasar pelayanan publik yang masih kurang baik  kuantitas maupun kualiatasnya. Upaya pengembangan  daya tarik wisata dan komponen pariwisata lainnya dapat dilihat  seperti pada kota Atambua, ibukota Kabupaten Belu. Dalam Ripardanya menetapkan Atambau sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata (KSP). Daya tarik wisata yang dimilki antara lain Taman Kota atau Alun-Alun Kota  seluas 4 ha yang berada di Kawasan Simpang Lima sekaligus  menjadi ikon Kota Atambua. Museum Foho Rai di Matabesi, Galeri Tenun Atambua,  Gereja Katedral St. Maria Imaculata dan Kampung Adat Matabesi di Kelurahan Umanen.

 

    Sementara kota Waingapu di Kabupaten Sumba Timur dan Ende  ibukota Kabuapten Ende menyiapkan dan merivitaslisasi sejumlah ruang terbuka hijau dalam bentuk taman kota untuk menambah daya tarik wisata kotanya. Waingapu, memiliki beberapa daya tarik wisata dalam kota yang dapat menjadi andalan untuk pengembangan wisata kota seperti  Taman Kota Waingapu, Taman Sandelwood, Matawai Market, yang merupakan pasar tradisional.  Sementara kota Ende merevitalisasi taman kota antara lain Taman Renungan Bung Karno dan Monumen Pancasila di kawasan Simpang Lima yang menjadi Ikon Kota Ende. Masih ada tempat wisata alam baru yang dibuka yaitu wisata alam Gunung Meja dengan jalur trekking menuju puncaknya.

 

    Peluang mengembangan wisata kota di NTT sangat terbuka  mengingat semua kota ibukota kabupaten telah memainkan peranan sebagai tempat transit wisatawan. Kemudian beberapa fasilitas dan potensi daya tarik wisata juga sudah tersedia seperti taman kota, fasilitas kuliner, monumen dan museum kota. Upaya yang terus dilakukan adalah melengkapi  komponen 5 A pariwisata secara bertahap, diawali dengan mengembangkan  daya tarik wisata yang ada.  Kelengkapan infrastruktur publik juga turut dikembangkan untuk melayani kebutuhan dasar warga kota.   

 

    Selanjuntya  potensi daya tarik wisata kota  dikelola dengan manajemen kota, aspek pemasaran dan perencanaan kota yang terintegrasi dalam konsep pengemasan  produk  wisata yang saling terkait dengan yang komponen pariwisata yang ada.  Hal ini mengingat aktivitas wisata di kota berkaitan dengan aktivitas di perkotaan seperti berbelanja, menikmati makanan dan minuman, mempelajari sejarah dan budaya, menyaksikan atraksi  khusus, menonton bioskop  dan kegiatan lain yang biasanya dilakukan masyarakat  dan wisatawan di perkotaan. Point penting adalah mengembangkan wisata kota tidak hanya untuk wisatawan namun masyarakat kota juga membutuhkan rekreasi dan berwisata. Pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan warga kota.

 

   Dalam pengembangan wisata kota perlu diperhatikan aspek daya saing. Kelengkapan komponen daya tarik wisata belum cukup untuk  memberikan kontribusi yang berarti bagi pendapatan kota apabila tidak didukung dengan peningkatan daya saing pariwisata kota itu sendiri.  Para ahli perkotaan dan pariwisata mengatakan bahwa pentingnya  peningkatan daya saing pariwisata kota agar menjadi daya tarik / magnet untuk berkunjung sehingga dapat memberikan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Daya saing pariwisata kota dapat diartikan   sebagai kemampuan sebuah kota untuk menyediakan jasa wisata kepada wisatawan dengan kondisi yang lebih baik dari kota-kota lainnya (Cibinskiene et.al, 2015). Salah satu caranya adalah dengan membangun identitas kota. Identitas kota berasal dari potensi yang dimiliki dan  dikemas untuk memberikan perbedaan / keunikan dengan kota lain. 





Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555