Menulis Buku Bagi ASN Perencana
Card image
Diposting oleh - Dinas Parekraf Provinsi NTT, Pada 25 May 2023

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

 

 

   Tulisan ini dihadirkan setelah   penulis mengikuti Webinar PusbinTalk Seri 2 : Buku Sebagai Media Informasi dan Transformasi Pembangunan yang diselenggarakan Pusbindiklatren Bappenas hari Rabu, 17 Mei 2023. PusbinTalk adalah seri webinar yang diselenggarakan Pusbindiklatren sebagai  forum diskusi isu dan kebijakan, maupun sebagai bagian dalam peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Perencana di Indonesia. Kegiatan ini bersifat publik dan beberapa seri dilengkapi dengan  workshop lanjutan.

 

    Webinar ini    merupakan kegiatan pertama dari Program Pusbin Book Writing Camp: Akademi Penulisan Buku Kebijakan Pembangunan. Kegiatan lanjutan adalah Workshop dan Pendampingan Penulisan Buku yang rencananya dilakukan mulai  Juni sampai November 2023. Peserta  akan  dipilih dan diseleksi dari peserta webinar kali ini.

 

   Pusbin Book Writing Camp merupakan bagian Program Pusbindiklatren untuk meningkatkan standar dan kompetensi ASN Perencana khususnya kemampuan softskill  perencanaan meliputi kemampuan menyusun dokumen perencanaan berdasarkan bukti (fakta/data), mampu menyusun (menulis) isu – isu pembangunan  untuk bahan informasi, pembelajaran, evaluasi, publikasi, diskusi dan kemampuan komunikasi publik baik langsung maupun tidak langsung.

 

    Harapan dari kegiatan ini, ASN Perencana memiliki kemampuan dan kapasitas dalam  menulis karya tulias ilmiah popular dalam bentuk buku. Secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penulisan dasar, memberikan pengetahuan dan ketrampilan menulis karya tulis ilmiah atau ilmiah pupoler  dan memberikan pendampingan untuk mempublikasikan buku kebijakan pembangunan.

 

   Banyak informasi yang unik, spesifik dan bermanfaat  tersedia  di lingkungan tempat kerja dan masyarakat yang dapat diangkat dan dijadikan tulisan.  Sangat disayangkan apabila informasi tersebut hanya tersimpan rapi sebagai dokumen arsip. Informasi tersebut hanya untuk konsumsi sendiri dan diketahui secara terbatas.

 

   Menulis bagi ASN  Perencana sangat diperlukan  sebagai salah satu media informasi  dalam pengambilan kebijakan dan dalam perspektif yang lebih luas menjadi salah satu cara  untuk mempengaruhi, menginisiasi  dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan.  Pesan Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah,  dapat dijadikan pegangan untuk mulai menulis.  

 

    Penulis merangkum hasil kegiatan webinar dalam 3 bagian besar yaitu Peranan Buku, Tahapan Menulis Buku dan Menerbitkan Buku. Kehadiran tulisan ini diharapkan dapat menjadi pendorong karena  sebagai ASN Perencana tidak akan terlepas dari kegiatan tulis menulis untuk memberikan informasi kepada pengambil kebijakan.

 

 

Peranan Buku

    Buku memiliki fungsi sebagai sebuah media informasi penopang pembangunan. Gagasan dan ide  terkait pembangunan dari berbagai tokoh, ahli dan masyarakat lainnya, telah berkontribusi dan berwarnai kebijakan  pembangunan  dunia dan khususnya pembangunan nasional. Buku telah ikut berkontribusi dalam peran komunikasi pembangunan antara lain ikut menciptakan iklim perubahan  dengan membentuk nilai, sikap mental, bentuk perilaku yang menunjang modernisasi pembangunan dan membantu masyarakat berpartisipasi dalam pembuatan keputusan di tengah kehidupan masyarakat. Peran lainnya adalah mendorong efektivitas implementasi dari perencanaan pembangunan dan melahirkan  inovasi pembangunan yang kontekstual.

 

Tahapan Menulis  Buku

    Menulis harus dipahami bukan semata - mata hanya  untuk mengkespresikan dan menginformasikan sesuatu,  tapi yang paling penting adalah membangun sistimatika  atau kontruksi  pikiran atau gagasan kita sebagai penulis agar mampu diserap dan dipahami pembaca dengan baik.

 

    Untuk menghasilkan tulisan buku yang baik khususnya buku kategori non fiksi maka perlu menulis  hal yang disukai atau diminati (concern)  sesuai latar belakang pendidikan, bidang yang dikuasai  atau pengalaman kerja. Ini berangkat dari pengalaman,  materi yang kita minati dan kerjakan setiap hari tentu  sudah dikuasai dengan baik.

 

Alur penulisan sebuah buku secara umum meliputi

·      Menentukan tema atau genre buku

Buku terdiri dari buku fiksi dan buku non fiksi. Buku fiksi ditulis berdasarkan imajinasi penulis sementara buku non fiksi ditulis berdasarkan fakta dan kejadian sebenarnya. Untuk buku non fiksi perlu memilih satu ide dari beberapa ide yang ada dalam tema yang dipilih dan  menarasikan ide tersebut melalui  salah satu sudut pandang agar ide yang ditulis tetap fokus dan kuat .

·      Riset dan observasi

Mempelajari materi dan menyiapkan data awal  yang akan diambil baik primer maupun skeunder, diskusi (braimstorming), wawancara, menyusun peta konsep, mencatat data-data yang ditemukan.

·      Membuat kerangka tulisan

Kerangka penulisan membantu alur penyusunan materi dalam menulis buku. Kerangka tulisan terdiri dari beberapa bab yang masing - masing memuat poin materi untuk mendukung ide yang dipilih.

·      Tahap penulisan

Mulai menulis  draft awal tulisan sesuai kerangka yang ada. Selanjutnya  melihat kembali hasil tulisan dengan  kerangka penulisan yang ada untuk dapat dilakukan perbaikan, penambahan dan pengurangan materi tulisan. Proses ini perlu dilakukan beberapa kali untuk memastikan tulisan sesuai ide gagasan yang ditentukan dan kerangka  yang ada termasuk melakukan perbaikan kesalahan penulisan dan tulisan bebas dari unsur plagiat.

 

 

Menerbitkan Buku

    Naskah buku sebelum dikirim ke penerbit perlu diuji baik oleh penulis  sendiri maupun oleh pihak lain seperti rekan kantor atau  komunitas. Jika dirasakan tulisan yang disusun sudah baik, dapat langsung ke penerbit  untuk proses pengujianya. Terdapat  beberapa kriteria uji seperti Apakah naskah yang ditulis penting bagi pembaca? Apakah ada temuan atau gagasan baru? Apakah ada tafsir baru atas karya lama? Apakah naskah ditulis secara jernih? Apakah penulis berkompeten di bidangnya? Apakah naskah memiliki pasar?.

 

   Untuk dapat menghasilkan tulisan yang dapat memenuhi kriteria dan dapat diterbitkan maka terdapat tiga prinsip dasar yang wajib dipegang yaitu penulis  harus menjadi pembaca yang baik. Jika penulis kurang membaca atau tidak memiliki wawasan yang luas, hasil tulisan menjadi kurang mendalam dan tidak  menarik untuk dibaca.

 

   Kemudian yang kedua, penulisan dilakukan  dengan cermat, tepat dan teliti.  Tidak boleh ada kesalahan informasi dalam tulisan ilmiah.  Ciri tulisan ilmiah adalah logis, sistimatik, obyektif, tuntas, kebenaran teruji, pedoman penulisan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)  dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).  Dan yang terakhir, tidak melakukan pelanggaran ilmiah.   Pelanggaran yang dimaksud adalah fabrikasi (fabrication), falsifikasi (falsification) dan plagiasi (plagiarism).

 

   Naskah buku yang sudah disampaikan  ke penerbit, akan  melalui proses selanjutnya seperti uji layak terbit dan proses koreksi tulisan (proofreading). Buku yang sudah melewati proses ini,  sudah dapat dicetak dan  diterbitkan baik secara hard copy maupun buku digital (e book)

 

    Pengetahuan tambahan bagi penulis atau calon penulis yaitu perlu memahami  lika-liku industri penerbitan buku  dan seluk beluknya. Seperti misteri pasar buku yaitu  buku yang baik belum tentu laku dan buku  yang  laku belum tentu baik.  Penerbitan sendiri merupakan bagian dari industri ekonomi kreatif yang terdiri dari penulis, editor, ilustrator, desainer, percetakan dan  toko  buku.


Paul J. Andjelicus (Perencana Madya Spasial Dinas Parekraf NTT)

Dokumentasi : Materi Webinar, 2023



Artikel Lainnya


MATERIAL BAMBU UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

TREND KE DEPAN, ARSITEKTUR SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BAGAIMANA POTENSI DAN PELUANG NTT?

MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555