TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?
Card image
Diposting oleh - Dinas Parekraf Provinsi NTT, Pada 02 May 2023

TREND WISATA  PASCA PANDEMI COVID-19,

WISATA BALAS DENDAM?

 

Paul J. Andjelicus

Perencana Madya Bidang Spasial Dinas Parekraf NTT



    Masyarakat mulai menikmati kebebasan  untuk aktivitas di luar rumah. Pandemi Covid – 19 semakin mereda, walaupun ada lonjakan kasus – kasus di beberapa kota dan daerah namun tak lagi sedasyhat tahun 2020 dan 2021. Program vaksinasi masyarakat  menjadi faktor utama meningkatkan kekebalan masyarakat. Selama pandemi, orang lebih suka melakukan kegiatan secara online untuk menghindari kontak fisik. Kini? Lihat saja Piala Dunia 2022 Qatar makin membuat orang menikmati kebebasan. Nobar dimana-mana, pembatasan fisik hilang. Semakin rapat semakin asyik.

 

    Pusat perbelanjaan ramai dikunjungi. Bioskop mulai dibuka. Film nasional dan luar negeri silih berganti  menghadirkan penonton. Masyarakat juga mulai bergerak untuk berwisata baik dalam kota maupun pergi ke luar kota. Bagi warga kota, ruang  publik seperti taman kota dan  kawasan tepi pantai menjadi sasaran untuk berekreasi di sore hari dan puncaknya pada weekend atau hari-har libur.  Fenomena Citayam Fashion Week di Jakarta yang sempat viral dan menjalar di kota lainnya. Munculah istilah wisata balas dendam atau revenge tourism.

 

     Industri pariwisata tumbuh kembali, bangkit kembali dengan adaptasi terhadap kebutuhan wisatawan dan perkembangan yang ada khususnya teknologi informasi. Bentuk – bentuk  wisata baru lahir atau mengalami pengembangan dari wisata yang sudah ada. Trend berwisata telah  berubah. Bentuk wisata yang diinginkan adalah  back to nature, mencari ketenangan di alam bebas. Ini menjadi peluang karena Indonesia memiliki  destinasi wisata  alam yang beraneka ragam dengan keunikan masing -masing dari  Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote Ndao.

 

Tren Perubahan Industri Pariwisata Pasca Pandemi

    Trend berwisata  yang lahir setelah pandemi Covid -19 adalah wisata dengan 4 karakteristik yaitu memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan (hygienis), meminimalkan kontak fisik (less touch), menghindari kerumunan massa  (less crowd) dan mengurangi mobilitas (low mobility).. Wisatawan makin sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan suatu destinasi wisata sehingga destinasi wisata yang menerapkan Cleanliness, Healthy, Safety and Environment Sustainabity (CHSE) menjadi pilihan utama berwisata.

 

    Pilihan berwisata juga dilakukan dengan menghindari kontak secara fisik dengan orang lain. Pemanfaatan teknologi informasi seperti media digital untuk berwisata dilakukan dengan beberapa pilihan wisata  antara lain wisata mandiri, wisata virtual, hibrid MICE (meeting, intensive, convention and exhibition).

Pada low mobility, wisatawan cenderung untuk melakukan perjalanan jarak pendek di destinasi wisata terdekat. Sehingga  transportasi darat yang sering dipakai atau  mengunakan mobil pribadi. Rasa khawatir penularan Covid-19 dan varian terbarunya  tetap ada jika mengunakan transportasi umum. Sementara yang terakhir yaitu wisatawan cendrung memilih tempat wisata yang sunyi, terpencil dan jauh dari keramaian (crowd), belum terkenal dan mempunyai peluang menghadirkan pengalaman dan sensasi yang baru. Keempat trend perubahan ini menempatkan wisata alam dan budaya menjadi favorit.

 

Wisata Alam Menjadi Unggulan

   Wisata alam menjadi populer selama pandemi. Wisatawan mengunjungi destinasi wisata alam terdekat atau bahkan yang lebih jauh dari tempat tinggalnya  untuk mencari pengalaman tersembunyi di suatu tempat dan eksplorasi lebih jauh.

 

   Kini di pasca pandemi, wisata alam tetap menjadi wisata favorit  karena dapat mengakomodir keempat  trend perubahan tersebut. Mendapatkan ketenangan dan  keheningan, jauh dari keramaian dan minim kontak fisik. Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan dilakukan adalah camping, hiking, meditasi, olahraga atau rekreasi ringan.  Desa – desa  terpencil yang jauh dari keramaian  atau pantai tersembunyi bakal jadi pilihan wisatawan.   Apalagi dilakukan dengan perjalanan mandiri atau bersama keluarga dan distinasi wisata  tersebut berada tidak jauh dari lokasi tempat tinggal.

 

   Bentuk wisata alam yang lagi trend adalah camping glamour (glamping) dan bobocabin. Pelaku industri wisata dengan jitu melihat kebutuhan berwisata di alam terbuka. Ini merupakan bentuk inovasi dan adaptasi. Beberapa fasilitas glamping dan bobocabin pun bertebaran di destinasi wisata alam yang sudah ada  maupun yang baru dibangun.

 

   Wisata glamping menawarkan kegiatan  berlibur di alam terbuka seperti berkemah.  Wisatawan  tidak perlu repot membawa perlengkapan kemah dan fasilitas pendukungnya karena semua fasilitas sudah disiapkan seperti hotel. Beberapa contohnya  adalah  The Highland Park Resort Bogor dan Sang Giri Mountain Glamping Tabanan, Bali.

 

   Bobocabin atau dapat diartikan tidur dalam kabin dan menjadi pengalaman baru dalam menginap di alam terbuka. Kabin  kamar yang disiapkan tidak terlalu luas namun memiliki fasilitas lengkap  seperti hotel termasuk penggunaan teknologi mulai dari booking sampai penggunaan fasilitas di dalamnya. Kombinasi ketenangan alam dan sentuhan teknologi menjadi pengalaman dan gaya berwisata yang  baru. Beberapa lokasi bobocabin antara lain  Ranca Upas Bandung, Coban Rondo  Malang dan Baturaden Purwokerto.

 

   Disamping wisata alam, beberapa jenis wisata yang  saat ini  digemari adalah  staycation dan road trip. Staycation di hotel terdekat dalam kota atau luar kota merupakan jawaban kebosanan aktivitas di rumah dan ingin mengganti suasana. Termasuk untuk melepas kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Sementara road trip merupakan perjalanan wisata melalui darat yang dilakukan dengan mobil pribadi. Bersifat perjalanan keluarga, lingkungan pertemanan atau komunitas. Bahkan road trip dapat menjadi bagian dari  wisata alam dan juga staycation itu sendiri.

 

   Disamping itu terdapat beberapa jenis wisata baru yang tumbuh dengan peminatan yang terbatas seperti virtual tour, weelness trip dan voluntourism. Virtual tour memang menjadi pilihan berwisata yang paling aman di masa pandemi dan di masa pasca pandemi dapat menjadi informasi awal (promosi) bagi wisatawan untuk merancang perjalanan wisatanya secara langsung.

 

Menjaga Momentum

    Industri pariwisata  menggeliat kembali  ditandai dengan makin banyaknya orang yang melakukan kegiatan berwisata baik dalam kota, maupun ke luar kota dan daerah. Kunjungan  wisatawan nusantara (wisnus) dengan mengunakan data pergerakan wisatawan domestik dari Kemenparekraf RI, periode Januari – September 2022 sudah mencapai 600 juta pergerakan dari target 550 juta pergerakan. Angka ini bahkan jauh diatas pergerakan sebelum pandemi Covid-19, yaitu tahun 2018 dengan 303, 4 juta pergerakan dan 2019 dengan 275 juta pergerakan.

 

    Kunjungan wisatawan manca negara (wisman) juga  naik drastis.   Menurut data BPS, secara kumulatif Januari-Desember   2022, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 5,47  juta kunjungan. Angka ini  naik  251,28 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman tahun 2021.  Trend  kunjungan yang semakin meningkat ini perlu dipertahankan momentumnya agar industri pariwisata bertumbuh dan juga berkelanjutan.

 

    Terkait pariwisata berkelanjutan, menarik menyikapi pesan sederhana Presiden Jokowi ketika meresmikan Marina Labuan Bajo dan fasilitas di KSPN Labuan Bajo di Provinsi NTT  beberapa waktu lalu.  Menjaga fasilitas yang ada, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan jangan membuang sampah sembarangan. Melakukan hal sederhana ini penting untuk membangun citra pariwisata Indonesia di  pasca pandemi. Pengembangan wisata yang berkelanjutan tetap menjadi yang utama dan kontribusi masing-masing kita sangat dinantikan baik  sebagai pangunjung maupun sebagai tuan rumah.





Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555