Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional
Card image
Diposting oleh - Dinas Parekraf Provinsi NTT, Pada 04 October 2022

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (SISPARNAS)

Trivonia A. L. Udjan

 

 

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (SISPARNAS) di Hotel Kristal Kupang pada 16 s.d 18 September 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan membina 22 Kabupaten/Kota se-NTT penyelenggaraan urusan kepariwisataan serta menghimpun Destinasi Wisata pada Kabupaten/Kota tersebut ke dalam Sistem Informasi Kepariwisataan.

 

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Bapak Alfonsius Ara Kian, S.Fil. dalam laporannya menyatakan  bahwa data dan informasi kepariwisataan saat ini belum tersedia secara digital padahal informasi-informasi penting tersebut dapat memudahkan pengunjung saat berwisata. Mengingat keterbatasan kita itu maka dianggap perlu untuk melakukan Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional untuk mendukung ketersediaan data pariwisata secara lebih efektif dan efisien.

 

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Dinas, Bapak Drs. Naftaly S. Huky, M.Pub.Pol mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT. Dalam sambutanya beliau  menyampaikan bahwa pada tahun 2021, Bank Dunia merilis World Development Report, yang berisi informasi urgensi ketersediaan data sebagai akibat dari pandemi Covid-19, termasuk di dalamnya darurat data kepariwisataan. Oleh karena itu, data yang akan disediakan di dalam SISPARNAS harus aktual dan terjamin kebenarannya sehingga dapat menjadi sumber informasi yang akurat dan berdaya fungsi untuk bagi para pelaku pariwisata.

 

Terobosan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI melalui platform WonderVerse (Wonderfull Metaverse) membuat pariwisata perlahan telah bergerak ke arah digital seturut perkembangan globalisasi. Jika sistem informasi kita baik, berarti kita sudah ikut serta memberikan sumbangsih demi perkembangan pariwisata menuju era digital. Diharapkan  kegiatan bimtek ini dapat menjawab semua permasalahan kita dalam ketersediaan data digital kepariwisataan.

 

Pemaparan materi  hari pertama Bimtek diisi oleh Kepala BPS Provinsi NTT, ibu Matamira B. Kale, S.Si., M.Si, dengan materi  Penyelenggaraan Statistik – Mekanisme Pengumpulan Data. Beliau memaparkan materi tentang jenis data yang baik, cara mengumpulkan data menggunakan berbagai metode, serta penyajian Statistik Pariwisata yang didalamnya terkandung berbagai jenis kegiatan pengumpulan data pariwisata. Diharapkan pengetahuan ini dapat dijadikan acuan bagi para pelaku pariwisata dalam melakukan pekerjaan.

Materi selanjutnya dari  Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT yang memberikan gambaran pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif NTT.  NTT dianugerahkan keindahan alam dan keberagaman serta keunikan budaya dari berbagai   pulau -pulau. Yang saat ini sedang ditingkatkan ialah Sustainable Tourism, dengan harapan segala kekayaan yang dimiliki NTT tersebut tetap lestari. Jangan sampai mass tourism menyebabkan kerusakan alam dan budaya.

 

Permasalahan yang terjadi ialah bagaimana caranya mencatat dampak ekonomi yang terjadi dalam bentuk data digital dimana  segala cara dan metodenya telah dipaparkan di dalam materi yang telah disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi NTT. Yang terakhir, membangun pariwisata itu tidak tunggal atau berdiri sendiri,  tidak hanya sektor pariwisata saja melainkan ekosistem di sekitarnya harus turut bergerak beriringan pada tingkatan yang sama. Sektor yang dimaksud ialah pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, dan sebagainya. Oleh karena itu kita harus bangkit bersama.

 

Pemaparan meteri  hari kedua menampilkan 2 narasumber yaitu dari Kementerian Parekraf (Bapak Toni Bagus,S.Kom) dan Dinas Kominfo Provinsi NTT.  Paparan  terdiri dari 2 sesi, pada sesi pertama  mengenai Pengantar SISPARNAS. Saat dilanda pandemi, sektor pariwisata runtuh duluan, tetapi ketika pandemi selesai, sektor pariwisata bangkit paling cepat, sehingga pelaku pariwisata harus optimis terhadap keberlangsungan sektor ini di masa yang akan datang. Demi mendukung hal tersebut maka ketersediaan informasi pariwisata secara digital sangat dibutuhkan. SISPARNAS membantu mewujudkan ketersediaan data digital pariwisata yang lengkap dan mudah diakses. Melalui ketersediaan data yang baik, maka akan meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Jika kualitas pariwisata nasional naik, serta merta akan meningkatkan kualitas pariwisata di tingkat regional. Akhirnya, yang terpenting dalam kepariwisataan, kita harus sadar akan potensi yang dimiliki. Hikmah dari sebuah bencana/pandemi ialah bangkitnya potensi pariwisata itu sendiri.

 

Sementara materi pada Sesi II tentang Tata Cara Pengisian SISPARNAS. Pada sesi ini disampaikan  jenis-jenis data yang dapat diinput dan cara penginputan data dan informasi ke dalam SISPARNAS. Data yang baik ialah bukan sebanyak-banyaknya data melainkan seberapa berkualitasnya data tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sebuah survei yang direncanakan dan dilakukan dengan baik untuk mendapatkan data dan informasi yang berkualitas.

 

Kemudian narasumber dari Dinas Kominfo Provinsi NTT menyampaikan materi  Peran Informasi Digital dalam Mendukung Perkembangan Pariwisata NTT.  Materi yang disampaikan terkait pentingnya informasi yang didigitalisasi mengingat kita saat ini telah memasuki era digital 4.0. Pada kesempatan ini disampaikan peran Dinas Kominfo untuk mendukung penyediaan data pembangunan NTT  berbasis digital. Hari terakhir kegiatan Bimtek diisi dengan latihan mandiri penginputan data dan informasi SISPARNAS. Para peserta diarahkan  untuk  mempelajari fitur - fitur dalam aplikasi SISPARNAS sambil melanjutkan  diskusi teknis terkait pengembangan SISPARNAS.

 

Mempertegas hal yang telah disampaikan para narasumber, ketersediaan data dan informasi secara digital sangatlah penting pada era industri 4.0. Selain untuk memudahkan wisatawan mendapatkan informasi kepariwisataan, juga demi transformasi pariwisata dalam era modern di tengah maraknya perkembangan globalisasi. Itu semua menjadi tanggung jawab kita sebagai para pemangku pariwisata. Kegiatan bimtek selama 3 hari ini diharapkan dapat menjadi informasi pengetahuan yang bermanfaat demi kemajuan pariwisata di masa sekarang dan masa yang akan datang.

 

Dokumentasi : Dinas Parekraf NTT, 2022



Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555