Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)
Card image
Diposting oleh - Dinas Parekraf Provinsi NTT, Pada 30 September 2022

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Trivonia A. L. Udjan


 

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi ASN di Aston Hotel Kupang pada tanggal 19 s.d. 21 September 2022. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan ASN di daerah khususnya di Provinsi NTT dalam mengoptimalkan kinerja pemasaran pariwisata di era 4.0. Peningkatan kemampuan pemasaran ASN di bidang pariwisata ini sangat penting untuk menunjang kinerja pemerintah dalam menghasilkan strategi pemasaran yang baik untuk mempromosikan pariwisata NTT yang akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, dalam sambutan Ketika membuka kegiatan ini menyampaikan  kekayaan alam dan budaya NTT. Hampir seluruh daerah di NTT memiliki motif kain daerah dan kebudayaan yang beraneka ragam. Satwa Komodo di Labuan Bajo yang hanya dimiliki oleh NTT dan tidak dapat dijumpai di daerah lain di muka bumi ini, keindahan alam bawa laut Alor, bukit dan sabana yang manakjubkan membentang di atas tanah Sumba, ritual penangkapan ikan paus di Desa Lamalera, Lembata yang setiap tahun dilakukan saat ribuan paus akan menyeberang ke Samudera Hindia. Danau Kelimutu di Ende, kampung-kampung adat di Ngada dan Kampung Adat Waerebo yang terkenal di Manggarai dengan pemandangan alam yang luar biasa. Semua itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat NTT.

Salah satu masalah paling mendesak yang sedang dihadapi NTT ialah dalam hal aksesibilitas. Tidak semua lokasi pariwisata di wilayah NTT ditunjang dengan aksesibilitas yang memadai, tetapi pemerintah sedang berjuang membenahi secara menyeluruh dari segi aspek 5 A Pariwisata  secara bertahap.

Pada saat yang sama Pemerintah Provinsi juga sedang gencarnya mempromosikan destinasi wisata NTT sambil meningkatkan kualitas pelaku-pelaku pariwisata terutama pemandu wisata dan masyarakat daerah wisata. Karena angka kemiskinan yang masih tinggi, maka salah satu cara untuk memperbaikinya ialah dengan meningkatkan sektor pariwisata. Kegiatan pelatihan ini juga menjadi salah satu aktivitas penunjang sektor pariwisata. Oleh karena itu, Kadis Parekraf NTT berharap peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan yang diselenggarakan sepanjang hari ini dan dua hari ke depan dengan sebaik-baiknya.

Beberapa narasumber terkait ditampilkan dalam pelatihan ini. Ibu Violetta Simatupang tampil sebagai pemateri pertama tentang Pemasaran Pariwisata. Beliau menjelaskan tentang kiat menjalankan pemasaran pariwisata. Salah satu produk pariwisata yang paling penting ialah keramahtamahan. Kita harus mampu membuat diri kita selalu terlihat ramah di hadapan para wisatawan. Selanjutnya Bapak Haryadi Darmawan membawakan materi Penguatan Strategi Pemasaran. Pemasaran pariwisata harus mengembangkan something to see, something to do, something to buy, something to arrive dan something to stay, (untuk desa wisata harus memiliki something to learn). Dasar dari pemasaran pariwisata ialah membuat segmentasi pasar, menentukan pasar, siapa yang akan kita sajikan produk wisata. Pemasaran pariwisata saat ini harus menitikberatkan segmen pasar pada generasi milenial.

Materi Pembuatan Konten Instagram dan TikTok oleh Narasumber disampaikan Bapak Deni Sundayana. Setelah pandemi terjadi, Presiden mencanangkan Industri 4.0 sehingga teknologi informasi sangat dilirik oleh berbagai sektor. Instagram adalah salah satu platform untuk menyebarkan gambar/foto yang penggunanya terus berkembang dari masa ke masa sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk promosi pariwisata. Beliau menegaskan, hal terpenting dari konten adalah tidak mengambil milik orang lain (orisinalitas).

Kegiatan hari berikutnya merupakan praktek lapangan pembuatan konten video. Peserta dibentuk dalam kelompok dan  diarahkan untuk mengunjungi dua objek wisata yang ada di Kota Kupang, yaitu Situs Meriam Kuno Jepang peninggalan Perang Dunia II dan Pantai Kelapa Lima yang belokasi tidak jauh dari hotel untuk pengambilan gambar bagi pembuatan konten video. Masing-masing kelompok diberikan batas waktu hingga sore hari untuk melakukan proses edit video. Agenda pada hari itu ditutup dengan presentasi konten dari masing-masing kelompok.

Selain sebagai ilmu pengetahuan baru bagi peserta, kegiatan ini juga telah menjadi sebuah wadah untuk membangun silahturahmi antar sesama pelaku pariwisata dari 22 Kab/Kota se-NTT, mengingat pandemi covid-19 menyebabkan interaksi manusia sangat terbatas. Kiranya segala hal-hal baik yang telah terjadi selama kegiatan dapat menjadi pedoman dalam aktivitas pariwisata yang dapat mewujudkan pariwisata NTT sebagai prime mover (penggerak utama) terhadap kebangkitan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur.


Dokumentasi: Dinas Parekarf NTT,2022



Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555