KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 28 June 2022

KOTA ENDE,  KOTA LAHIRNYA PANCASILA

Paul J. Andjelicus

Perencana Ahli Muda Dinas Parekraf Provinsi NTT

Anggota IAI Provinsi NTT

 

 

    Puncak Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022 begitu istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di kota Ende dan langsung dihadiri Presiden Jokowi. Jokowi menjadi Presiden RI kedua yang berkunjung ke Ende setelah sang proklamator dan Presiden RI pertama Ir. Sukarno (Bung Karno). Kota Ende telah menjadi bagian penting perjalanan hidup sang proklamator karena menjadi tempat pembuangan / pengasingan beliau oleh Belanda mulai dari 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.

 

    Selama masa pengasingan inilah, sang proklamator merenungkan butir-butir nilai Pancasila yang kemudian disampaikan konsep tersebut pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)  tanggal 01 Juni 1945. Proses merenung itu terjadi di bawah pohon Sukun yang sekarang menjadi Taman Renungan Bung Karno.  Tahun 1951, sang proklamator kembali berkunjung  ke Ende sebagai Presiden RI pertama dan mengusulkan rumah pengasingan yang ditempati tersebut menjadi museum dan pada kunjungan keduanya tahun 1954, beliau meresmikan Museum Rumah Pengasingan Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira, Ende.

 

   Berbagai pihak menyebut kota Ende layak disebut dan dibranding sebagai Kota Pancasila atau Kota Lahirnya Pancasila. Beberapa alasan yang dapat disampaikan antara lain Ende menjadi tempat pengasingan sang prokamator dan pada saat itulah digali nilai-nilai Pancasila melalui sebuah proses perenungan. Tapak – tapak sejarah sudah dibangun. Rumah pengasingan menjadi  museum dan lokasi perenungan menjadi Taman Renungan Bung Karno. Kemudian tahun ini, Ende menjadi lokasi peringatan Hari Kelahiran Pancasila dan langsung dipimpin Presiden Jokowi di Lapangan Pancasila Ende yang berdekatan dengan Taman Renungan.

 

  Dengan adanya berbagai situs sejarah lahirnya  Pancasila di Ende,  tentu menjadi potensi besar bagi  kota Ende untuk dibranding  sebagai Kota Lahirnya  Pancasila. Tapak sejarah yang ada dipadu dengan  potensi daya tarik wisata kota lainnya yang ada menjadi daya tarik wisata tersendiri.  Menurut Bupati Ende, Kota Ende akan dijadikan kota wisata atau  kota pariwisata. Untuk maksud tersebut telah dibangun berbagai infrastruktur kota sedangkan dari aspek non fisik dilakukan dengan  menggali peristiwa historis yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari pertumbuhan dan sejarah kota Ende. Proses lahirnya Pancasila dapat menjadi branding kota Ende yang kuat, Ende Kota Lahirnya Pancasila

 

   Kota wisata adalah kota yang memang direncanakan dan dibangun untuk pariwisata dan wisatawan, mengandalkan pariwisata sebagai sektor utama penggerak perekonomian kota. Pariwisata perkotaan didorong untuk menjadi sumber utama sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota. Wisata kota adalah suatu kegiatan untuk menarik wisatawan domestik/nusantara  (wisnus) atau wisatawan  mancanegera (wisman) dengan menyediakan akomodasi dan program kunjungan ke tempat yang menjadi daya tarik kota tersebut (Inskeep,1991).  

 

   Daya tarik wisata kota Ende yang ditawarkan cukup banyak dengan kekuatan pada tapak sejarah lahirnya Panciasila. Museum Rumah Pengasingan Bung Karno, Taman Renungan Bung Karno, Lapangan Pancasila tempat upacara 1 Juni 2022. Daya Tarik wisata lainnya adalah Kawasan Simpang Lima dan Monumen  Pancasila sebagai ikon kota. Pantai Ria yang berdekatan dengan Taman Renungan  menjadi salah satu destinasi unggulan warga kota Ende. Kawasan Wisata Alam Gunung Meja sudah ditata dengan pembangunan sejumlah fasilitas untuk kegiatan trecking sampai ke puncak  gunung.  Kehadiran museum bahari dan museum tenun ikat semakin menambah daya tarik wisata kota.

 

   Beberapa destinasi wisata yang ada di luar kota Ende juga tidak kalah menariknya.  Kombinasi obyek wisata alam dan budaya menjadi kekuatan. Danau Tiga Warna Kelimutu di Kawasan Taman Nasional Kelimutu menjadi ikon  destinasi wisata Kabupaten Ende.  Obyek wisata lainnya adalah  kolam air panas Detusoko, Pantai  Batu Hijau Penggajawa dan ada  Kampung Adat Wologai, sebuah kampung  adat yang telah berusia 800 tahun. Yang terbaru adalah kawasan wisata paralayang di Bukit Kezimara Kampung Kolibari. Dari bukit dengan ketinggian 235 mdpl ini dapat terlihat view keindahan kota Ende. 

 

   Pada penyelenggaraan  Hari Lahirnya Pancasila  1 Juni 2022 lalu  telah dilakukan kegiatan Parade Kebangsaan  dengan multi event seperti pertunjukan musik dan pameran. Parade Kebangsaan ini menjadi salah satu daya tarik wisata baru sehingga  perlu dipertahankan dan dikembangkan dengan variasi aneka kegiatan yang dapat  menarik minat  pengunjung untuk berkunjung ke kota Ende dan menikmati  destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ende.

 

   Pengalaman kota-kota besar dunia yang menjadi target kunjungan wisatawan dan wisatawan berminat mengunjungi kota tersebut karena beberapa faktor seperti daya tarik obyek wisata kota yang beragam, aksesibilitas yang mudah dengan beragam  moda transportasi yang dapat menjangkau ke seluruh  obyek wisata kota, mempuinyai fasilitas MICE (meeting,incentive, convention and exhibition) dengan dukungan akomodasi serta akses informasi wisata secara digital untuk  memudahkan para calon wisatawan merencanakan kunjungan wisatanya.

 

   Disamping memiliki daya tarik obyek wisata kota yang lengkap, beragam, unik dan khas, sebuah kota dapat menjadi kota wisata jika beberapa aspek lain dapat dipenuhi seperti menyediakan rasa aman, nyaman  dan tentram kepada pengunjung melalui keramahan warga kota terhadap pengunjung. Kemudian mengutamakan kebersihan, kesehatan dan keindahan serta keberlanjutan kota.  Adanya informasi pariwisata dan  telekomunikasi  yang baik termasuk akses internet serta  adanya berbagai inovasi produk ekonomi kreatif dan festival kota yang menarik.

 

   Kekuatan Kota Ende terletak pada sejarah lahirnya Pancasila. Rencana untuk mengembangkan pariwisata kota Ende dengan kekuatan untuk menapaki dan memperjelas tapak jejak sejarah, menggali dan menghidupi kembali peristiwa sejarah lahirnya Pancasila oleh Bung Karno perlu diapresiasi. Parade kebangsaan merupakan  salah upaya untuk menghidupkan event kota dan menghidupkan sejarah kelahiran Pancasila.


   Beberapa hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penyiapan infrastruktur kota seperti akomodasi, amenitas, sarana transportasi. Masalah kota Ende yang perlu ditangani serius adalah masalah sampah dan drainase kota.  Penyiapan festival berkala  yang terjadwal khususnya Parade Kebangsaan perlu  didukung  dan dikolabaorasi penataan atraksi baik alam dan buatan di daerah kawasan pinggiran kota atau perdesaan terdekat dengan kota. Pengembangan kampung – kampung dalam kota, kawasan permukiman etnik, kawasan kota lama atau kampung adat dalam kota  dapat menjadi salah satu potensi daya wisata kota Ende. 



Dokumentasi : Taman Renungan Bung Karno,Ende./ Kompas.com



Artikel Lainnya


MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555