IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR
Card image
Diposting oleh - Bidang Destinasi Dinas Parekraf, Pada 24 May 2022

Visi Gubernur Nusa Tenggara Timur : “NTT bangkit mewujudkan masyarakat sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Karena itu visi ini diarahkan pada upaya optimalisasi pemanfaatannya dalam rangka pengembangan sektor pariwisata dengan pendekatan kewilayahan melalui Tourism Estate sebagai penggerak utama (prime mover) perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Timur. Salah satu sektor pariwisata yang perlu diperbaiki adalah sarana dan prasarana pendukung destinasi pariwisata. Dukungan sarana dan prasarana di destinasi Pariwisata Estate untuk tahun 2022 adalah Pengembangan Homestay di 5 (lima) lokasi yaitu Desa Tuamese Kabupaten TTU, Desa Umauta Kabupaten Sikka, Desa Golo Loni Kabupaten Manggarai Timur, Desa Anakoli Kabupaten Nagekego dan Kawasan Waiwuwang Kabupaten Sumba Barat.

Homestay atau pondok wisata, mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok Wisata, merupakan penyediaan akomodasi berupa bangunan rumah tinggal yang dihuni oleh pemiliknya dan dimanfaatkan sebagian untuk disewakan dengan memberikan kesempatan kepada wisatawan/tamunya untuk dapat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari bersama pemiliknya.  Terdapat beberapa kriteria kamar yang menjadi standar dalam menjadikan sebuah rumah sebagai homestay. Kriteria tersebut diantaranya adalah Ukuran dan Tata Letak Kamar, Furniture dan Fitur Kamar, Standard yang lebih baik dan Penghawaan. Berkaitan dengan ukuran kamar, minimal berukuran 3 x 3 m dan kamar harus dapat dikunci. Furniture dan fitur kamar yang harus tersedia yaitu matras dan bantal, seprai putih dan polos, selimut warna polos (ketebalan menyesuaikan cuaca setempat), terdapat tempat sampah, sumber listrik. Untuk standar yang lebih baik, homestay menyediakan cermin, meja kecil (ada gelas cangkir, teko pemanas air, Vas bunga, gula, kopi/teh), Ornamen tradisional seperti kain batik atau kain tenun sebagai Bed Runner, TV dan Wifi. Berkaitan dengan penghawaan, homestay wajib memiliki ventilasi alami yang memadai berupa jendela.

Kriteria kamar mandi terdapat standar minimal maupun standar yang lebih baik. Standar minimal meliputi ruangan yang Bersih dan rapi, Pencahayaan yang baik, Adanya kloset jongkok dengan area yang memadai (1,2 m x 1,5 m), Adanya ember/bak mandi yang sehat beserta gayung (air bersih dan selalu dikuras), Menyediakan air hangat (pada daerah yang memiliki cuaca dingin), Gantungan baju, Kamar mandi yang dapat dikunci dan keset kaki. Standar yang lebih baik menawarkan kloset duduk, shower, water heater (pemanas air), wastafel, perlengkapan mandi (shampoo, sabun mandi, handuk, tissue), dan juga terdapat kamar mandi di dalam kamar.

          Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat dukungan amenitas pariwisata di Kawasan Pariwisata Estate, salah satunya adalah di Desa Golo Loni Kabupaten Timur. Salah satunya adalah menggelar Workshop Pengembangan Homestay dan memfasilitasi bantuan Homestay sebanyak 7 (tujuh) unit. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 27/KEP/HK/2022, Desa Golo Loni ditetapkan sebagai salah satu Desa atau Kawasan yang menjadi lokus pengembangan Pariwisata Estate di Kabupaten Manggarai Timur.

          Selama kurang lebih 2 (dua) hari melakukan identifikasi di 10 (sepuluh) rumah masyarakat yang ada di Desa Golo Loni, dan akhirnya ditetapkan menjadi 7 (tujuh) rumah yang nantinya akan difasilitasi berupa dukungan amenitas di dalam kamar tidur, ruang makan dan kamar mandi. Setiap rumah masing-masing mempunyai kebutuhan yang berbeda untuk pemenuhan amenitas, karena rumah yang akan dibantu sebelumnya sudah pernah menerima tamu di rumah mereka masing-masing.

          Workshop yang dilaksanakan di Kantor Desa Golo Loni pada hari Jumat 13 Mei 2022 yang diikuti para calon penerima bantuan Homestay, aparat desa dan anggota POKDARWIS Desa Golo Loni. Workshop ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Rosari Su, mengatakan dibutuhkan kesadaran masyarakat agar Homestay benar-benar siap menerima tamu khususnya tamu mancanegara. Dijelaskan Bapak Yohanes, keramahan dan antusias warga Desa Golo Loni untuk mengembangkan desa wisata dan mengembangkan homestay adalah suatu apresiasi bagi pemerintah setempat karena Kepala Desa Golo Loni dan anggota POKDARWIS sangat aktif dalam pengembangan wisata arung jeram, kolam pemancingan air tawar dan trekking di bukit. Tapi jelas tidak akan cukup jika kebersihan dan atraksi juga menentukan lama kunjungan wisatawan.

                Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan bagaimana pemenuhan amenitas yang baik di dalam kamar tidur, ruang makan, kamar mandi dan bagaimana cara menjamu tamu yang menginap di rumah mereka.  Sebelum menutup kegiatan Workshop, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur mengharapkan agar bantuan yang kita berikan bisa dimanfaatkan dengan baik, penguatan unsur 5A (Attraction, Accomodation, Accessibility, Amenities dan Awareness) harus diperhatikan karena inilah kunci pengembangan pariwisata untuk mendatangkan wisatawan.



Penulis          : Fani Simatupang (Pelaksana Bidang Destinasi)
Dokumentasi : Pribadi

 



Artikel Lainnya


MATERIAL BAMBU UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

PENTINGNYA PERIZINAN BANGUNAN GEDUNG DALAM USAHA PARIWISATA

TREND KE DEPAN, ARSITEKTUR SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BAGAIMANA POTENSI DAN PELUANG NTT?

MENATA KAWASAN LELOGAMA, LEMBANGNYA NTT

WISATA TEMATIK DAN DAYA SAING DTW

RESTORASI TERUMBU KARANG DI KAWASAN EKOWISATA PANTAI OESINA KABUPATEN KUPANG

MOTIF KAIN TENUN ADAT NTT UNTUK FASAD BANGUNAN

PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555