MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 27 April 2021

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI  PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO - MANGGARAI NTT

 

Kampung Adat Waerebo di Kabupaten Manggarai memang mempesona. Namun dibalik itu, Kampung Adat Waerebo akhir – akhir ini mulai mengalami   modernisasi yang melahirkan perubahan baik dalam bidang teknologi dan  pola pikir, baik yang datang  / dibawa wisatawan maupun adanya pembangunan berbagai fasilitas penunjang wisata untuk memanjakan wisatawan. Ada kekhawatiran Kampung Adat Waerebo  yang saat ini menjadi destinasi wisata favorit di NTT dan Indonesia oleh  para wisatawan, untuk melihat perkampungan adat yang masih lestari akan mulai hilang  keaslian secara perlahan-lahan.  Warga masyarakat setempat melalui lembaga adat yang ada, juga  merasakan hal yang sama dan mulai  lebih berhati – hati dan kritis menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh modernisasi. Bagi mereka hilangnya keaslian maka tidak ada lagi daya tarik yang menjadi magnet untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke Kampung Waerebo.

Keunggulan atraksi wisata yang dimiliki Kampung Adat Waerebo adalah rumah adat yang disebut Mbaru Niang. Rumah adat ini berbentuk kerucut dengan arsitektur yang unik yang mengandung filosofi dan kehidupan sosial masyarakat Wae Rebo.  Rumah adat ini dipakai sebagai rumah tinggal keluarga dan menampung 6-8 keluarga dengan struktur terdiri dari lima lantai dengan fungsinya masing-masing. Terdapat 7 (tujuh) rumah adat  di Wae Rebo yang tersusun melingkar mengitari batu melingkar yang disebut compang sebagai titik pusatnya. Compang merupakan pusat aktivitas warga untuk mendekatkan dengan alam, leluhur, serta Tuhan. Rumah adat ini merupakan wujud keselarasan manusia dengan alam serta merupakan cerminan fisik dari kehidupan sosial suku Manggarai. Suku Manggarai mempercayai lingkaran sebagai simbol keseimbangan, sehingga pola lingkaran ini diterapkan hampir di seluruh wujud fisik di desa, dari bentuk kampung sampai rumah-rumahnya.

Disamping menikmati keindahan rumah adat,  wisatawan diberikan kesempatan unik untuk tinggal dan berbaur  mengikuti budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Keunikan dan kekhasan lainnya adalah kampung adat Waerebo ini berada di puncak bukit yang dikelilingi lanskap hutan yang indah sehingga sering dijuluki Negeri Di Atas Awan. Atas semua keunikan dan kekhasan sosial budaya dan alam inilah, Kampung Adat Waerebo mendapat penghargaan UNESCO Asia Pasific Award Heritage Conservation, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang konservasi warisan budaya pada tahun 2012.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keaslian dan kekhasan Kampung Adat Waerebo adalah pembangunan dan pengembangan kawasan berdasarkan prinsip tata ruang obyek wisata dan pembatasan kunjungan wisatawan. Pembangunan kawasan Waerebo berdasarkan zona tata ruang obyek wisata dengan memakai konsep Tripartite Concept (Cooper,1993) dengan zona inti, zona penyangga dan zona penunjang. Fasilitas wisata dapat dibangun di zona penunjang sementara di kedua zona lainnya tidak diperbolehkan atau dengan persyaratan tertentu. Sementara pembatasan kunjungan wisatawan ke Kampung Waerebo disamping menyesuaikan dengan daya tampung dan daya dukung lingkungan, juga memberikan kesempatan kepada pengelola/masyarakat untuk dapat menjalankan aktivitas keseharian secara normal dan mempersiapkan diri melayani wisatawan dengan sebaik-baiknya (pelayanan prima). Hal ini juga demi  kenyamanan dan pengalaman berwisata yang dituntut  wisatawan itu sendiri. Kita memang mengharapkan wisatawan datang sebanyak mungkin ke Waerebo, namun disisi lain kita perlu mengatur agar tidak overtourism. Perlu ada obyek daya tarik wisata lainnya di sekitar kawasan Waereobi yang dikembangkan dan   menjadi alternatif pilihan berwisata dan tempat transit sambil menunggu pengaturan kunjungan  ke Kampung Adat Waerebo.

Kampung Denge sebagai kampung terakhir sebelum melakukan  kegiatan pendakian menuju Kampung Waerebo dan   selama ini telah menjadi tempat transit para wisatawan berpotensi menjadi tempat wisata baru. Kampung Denge dapat didorong dan dikembangkan menjadi pintu gerbang kawasan Waerebo dengan membangun sejumlah fasilitas penunjang kegiatan wisata seperti homestay, restoran, kolam renang, souvenir shop, panggung terbuka, pusat informasi dan lainnya. Beberapa homestay dan fasilitas yang sudah ada  saat ini  dapat menjadi titik awal (benchmarking) pengembangan. Kampung Denge menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi wisatawan sambil  berwisata di kawasan sekitarnya. Berbagai festival atau penampilan seni budaya setempat dapat ditampilkan dan ditunjang potensi industri ekonomi kreatif  yang ada akan menambah kekuatan Kampung Denge. Obyek – obyek alam yang ada yang berpotensi menjadi obyek wisata alam dapat pula dikembangkan. Sementara pengalaman dan sensasi alam  yang didapat wisatawan pada saat melakukan pendakian menyusuri jalur tracking yang ada menuju Kampung Adat Waerebo tetap menjadi keunggulan tersendiri. Kesemua hal ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kawasan Waerebo sekaligus tetap menjaga keaslian dan kekhasan Kampung Adat Waerebo sebagai warisan budaya dunia.

Penulis: Paul J. Andjelicus / perencana muda

Sumber Foto : medan.tribunnews.com



Artikel Lainnya


PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555