Kampung Seni Flobamorata Kupang
Card image
Diposting oleh - Dinas Parekraf Provinsi NTT, Pada 07 June 2022

KAMPOENG  SENI FLOBAMORATA KUPANG

 

Mikhael Juan Nudu

Jordan Alfa Samuel Ratudalkaty

Angelina Kamila Lalo

 

(Mahasiswa magang IPDN di Dinas Parekraf NTT Mei 2022)

 

 

Kampoeng Seni Flobamorata Kupang adalah  destinasi wisata budaya dan kuliner yang dimiliki  oleh Pemerintah Provinsi NTT dibawah pemeliharaan dan pengelolaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT yang dialihfungsikan dari bekas Taman Gua Monyet.

 

Lokasi Kampoeng Seni Flobamorata Kupang berada pada area lahan seluas 9.920 m2 atau 0,99 Ha yang terletak di Jalan R.A. Kartini No.3 Kelurahan Kelapa Lima Kupang dan merupakan bagian lahan yang dikelola Pemerintah Provinsi NTT seluas 64.300 m2 atau 6,4 Ha. Hak pengelolaan tertuang dalam HPL Nomor 1 Tahun 1984 dan surat ukur nomor 15 tahun 1983.

 

Kampoeng Seni Flobamorata  merupakan destinasi  yang memiliki banyak bangunan dengan  pola berjejer  menurun, mengikuti kemiringan lereng lahan  dan bangunan antara lain  Food Court dan  Galeri Seni. Food Court merupakan sebutan bagi tempat usaha yang digunakan  untuk menjual aneka makanan yang layak dikonsumsi oleh banyak orang atau  tempat ini juga biasa disebut sebagai tempatnya kuliner makanan. Kemudian Galeri Seni yang merupakan sebutan bagi tempat yang digunakan sebagai pameran  aneka seni dan budaya  serta souvenir menarik dari Nusa Tenggara Timur yang bisa dilihat ataupun dibeli oleh para pengunjung. Posisi bangunan berada tempat yang rendah dan  menurun, sehingga dibangun akses berupa  pedestrian dan  tangga sebagai jalan utama di setiap sisinya yang memudahkan pengunjung menjangkau semua bangunan di area Kampoeng Seni Flobamorata.

 

Dari jumlah bangunan yang terdapat di destinasi ini, terhitung sudah ada sebanyak 12 bangunan, dimana 8 diantaranya merupakan tempat Food Court atau  Galeri Seni,  serta 3 diantaranya merupakan lopo lopo yang berukuran kecil. Sampai saat ini sudah 6 tempat yang telah terpakai dimana 5 tempat digunakan sebagai food court yang dikelola oleh mitra kerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT selaku pihak ketiga dan satu tempat saat ini digunakan sebagai tempat Galeri Seni yang menyediakan tenun lokal khas Nusa Tenggara Timur yang dikelola oleh pihak ketiga. 

 

Selain dari bangunan-bangunan tersebut, di destinasi ini terdapat alun-alun yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas seperti bermain, atraksi seni, lintasan joging, gazebo, tribun dan area permainan anak-anak. Terdapat juga area parkiran yang cukup luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua yang dikelola langsung oleh pegawai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi. Destinasi wisata ini juga menyediakan tempat MCK yang cukup bagus digunakan  bagi para pengunjung.

 

Sebagai bentuk antisipasi adanya bencana, Kampoeng Seni Flobamorata telah berupaya menerapkan Program Pariwisata Aman Bencana dengan menyediakan rambu – rambu mitigasi bencana serta adanya pos bencana yang bertugas mengamankan sekaligus memberikan peringatan dini sebelum terjadi bencana sehingga dapat mengurangi dampak bencana dan proses evakuasi ketika bencana bisa berjalan dengan lancar.

 

Di tempat ini pengunjung dapat menikmati makanan sembari melihat pemandangan indah  yang memperlihatkan pesona Pantai Pasir Panjang, waktu  yang paling mengesankan yaitu ketika sore hari saat matahari terbenam di seberang laut yang menawarkan rindu dengan segelas teh manis dan alunan  musik teduh di kafetaria Bondi Steak Café dan Resto (salah satu food court yang disewa pihak swasta) tentunya memberikan suasana nyaman bagi para penikmat senja.

 

Selain pengunjung dapat menikmati kuliner makanan, destinasi ini menyediakan tempat berupa bangunan galeri seni dimana  pengunjung dapat  menikmati keindahan budaya khas seluruh daerah  Nusa Tenggara Timur seperti tenun lokal serta cara pembuatannya, benda adat, patung, ukiran, relief dan masih banyak lagi. Pengunjung bukan saja sekedar melihat namun juga dapat menambah wawasan serta pengetahuan untuk mengenal seni budaya yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Timur dan oleh karena keunikan tempat ini yang memperlihatkan kesenian dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur sehingga tempat ini disebut sebagai Kampoeng Seni Flobamorata. Kata Flobamorata merupakan sebutan yang mewakili  seluruh daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Flores, Sumba, Timor, Alor  dan Lembata.

  

Pembangunan Kampoeng Seni Flobamorata ini dilakukan secara bertahap dan dimulai sejak tahun 2019 hingga 2021 dari sumber pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK).  Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Bapak Zeth Sony Libing memberi kepercayaan kepada Bapak Adolof Ataupah selaku koordinator utama pengelolaan  destinasi wisata ini. Beliau menuturkan bahwa alasan adanya alih fungsi dari Gua Monyet menjadi Kampoeng Seni Flobamorata adalah untuk pemanfaatan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong perekonomian masyarakat setempat sebagai bentuk pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan mendorong pertumbuhan UMKM sektor ekonomi kreatif. Pengusaha  UMKM  dan berbagai pihak lainnya yang mengunakan fasilitas di Kampoeng Seni Flobamorata ini rutin membayar sewa per tahun yang akan diserahkan untuk alokasikan sebagai Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Provinsi NTT.

 

Destinasi Wisata ini mulai dibuka bagi pengunjung dari pukul 15.00 WITA sampai 23.00 WITA. Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung cukup membayar tarif parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 untuk kendaraan roda empat yang sebagai bahan pertanggungjawaban akan diserahkan sebagai pendapatan asli daerah. Berdasarkan data kunjungan dan pendapatan tahun 2021 pada destinasi wisata Kampoeng Seni Flobamorata Kupang, jumlah pendapatan sebesar Rp 28.537.000 dengan total pengunjung sebanyak 4.646 orang.

 

Destinasi wisata unik ini menawarkan pengunjung untuk menikmati keindahan senja di sore hari dan suasana malam ataupun kegiatan tertentu yang membutuhkan ruang bagi banyak orang, terlebih para pecandu rindu akan makin riuh ditemani lampu temaram dan segelas kopi di Kampoeng Seni Flobamorata Kupang.

“ Jang ngaku ana NTT kalo belum kas injak kaki disini “


Sumber  Gambar     :  Pribadi

Lokasi                    : Kampoeng Seni Flobamorata Kupang      



Artikel Lainnya


PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555