Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023
Card image
Diposting oleh - Paul J. Andjelicus, Pada 20 April 2022

Membangun Kemandirian Lokal Menjadi Arah Pembangunan NTT 2023


    Kemandirian Lokal  menjadi tema sentral  yang menjadi prioritas pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2023. Hal ini terungkap pada saat Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik yang diselenggarakan Bappelitbangda Provinsi NTT 06 April 2022 sampai  12 April  2022. Kegiatan yang dikuti 39 Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTT dan para mitra pembangunan terkait ini bertujuan untuk membahas dan menyempurnakan kembali rancangan  awal RKPD Provinsi NTT Tahun 2023.

 

     Kegiatan Forum PD dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum  Setda Provinsi NTT Johanna E. Lisapaly, SH, M.Si  mewakili Sekda Provinsi NTT pada Rabu,06 April 2022. Kegiatan Forum PD dan Konsultasi Publik ini diisi dengan beberapa agenda kegiatan meliputi paparan materi narasumber, desk Prioritas Daerah dan desk Perangkat Daerah. Setelah pembukaan, dilanjtukan dengan kegiatan yang   terbagi dalam 2 sesi yaitu sesi paparan materi dan sesi desk prioritas daerah. Sesi paparan materi diisi 2 narasumber yaitu Kepala Bappelitbangda NTT Drs. Cosmas Lana, M.Si  dan Staf Khusus Gubernur NTT Prof. DR. Daniel Kameo.

 

   Kepala Bappelitbangda NTT dalam paparannya menyampaikan dasar penentuan rancangan tema Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) NTT tahun 2023, disamping mengikuti tema RKP Nasional tahun 2023 juga berdasarkan hasil rapat kerja para Kepala Bappelitbangda kabupaten/kota se-NTT bulan lalu.  Penyampaian isu-isu strategis, indiaktor dan target makro pembangunan Provinsi NTT tahun 2023. Arah kebijakan pembangunan NTT pada tahun 2023 akan fokus pada kemandirian lokal dengan 3 sub tema yaitu kemandirian masyarakat  dalam pengelolaan ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan industri pariwisata sebagai penggerak multi sektor.

 

     Sementara Prof. DR. Daniel Kameo dalam pemaparan materi mengajak semua peserta untuk menyamakan persepsi bersama terkait pembangunan NTT agar semua kegiatan dapat bersinegi, efisien, efektif  dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteaan masyarakat NTT.

 

     Pada sesi Desk Prioritas Daerah dibagi dalam 6 Desk yang setiap desk sudah dibagi sesuai tupoksi perangkat daerah untuk  mewujudkan setiap  prioritas daerah tersebut. Desk  Prioritas Daerah I adalah pengembangan sumber daya lokal dan kolaborasi dalam menguatkan rantai nilai pariwisata untuk meningkatkan daya saing industri Pariwisata berbasis masyarakat. Desk ini  lansung dipimpin oleh Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT DR. Drs. Zet Sony Libing,M.Si.

 

    Selanjutnya Desk Prioritas Daerah II adalah Penguatan sistem kesehatan daerah dan peningkatan kualitas Pendidikan untuk menciptakan sumberdaya manusia sehat, tangguh, cerdas, berintegritas dan produktif.  Desk Prioritas Daerah III adalah Transformasi sektor pertanian berbasis kolaboratif untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, pendapatan petani/nelayan dan perluasan lapangan kerja.  Desk Prioritas Daerah IV adalah Pemantapan kualitas infrastruktur untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas dan mutu pelayanan publik.

Desk  Prioritas Daerah V adalah Pengembangan kompetensi ASN dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta inovasi untuk meningkatkan kinerja birokrasi dan Desk  Prioritas Daerah VI yaitu Pembangunan rendah karbon dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan, pelestarian lingkungan hidup serta perubahan iklim dan kesiapsiagaan menghadapi multi bencana. Setiap desk dipimpin oleh pimpinan perangkat daerah atau yang mewakili.

 

      Pada kesempatan memimpin Desk Prioritas I , DR. Zet Sony Libing  menyampaikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif NTT yang luar biasa. Upaya yang dilakukan Dinas Parekraf NTT adalah bagaimana mendatangkan wisatawan ke NTT dan meningkatkan lama tinggal agar industri pariwisata NTT bisa bangkit kembali.  Untuk maksud tersebut telah dilakukan  penataan kembali destinasi wisata agar sesuai dengan persyaratan, khususnya pariwisata di era New Normal dan promosi wisata secara terus menerus.

 

      Terkait penatan destinasi wisata, pendekatan yang dilakukan adalah membangun pariwisata Estate di 22 kabupaten / kota sampai tahun 2023 dengan jumlah 24 Kawasan Pariwisata Estate (PE). Tahun 2019 sudah  dibangun 7 Kawasan PE dan tahun 2022 ini akan dibangun 7 lokasi Kawasan PE baru dan pada 2023 akan dibangun 10 lokasi Kawasan PE.

 

    Dukungan kolaboratif perangkat daerah dan pihak lainnya dalam skema pentaheliks (pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media) sangat dibutuhkan seperti  pengembangan  pertanian dengan memperhatikan komoditas unggulan di setiap kawasan dan pengembangan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, listrik, telekomunikasi dan air bersih. Bagi Kawasan PE yang terletak di pesisir di pantai, dukungan sektor perikanan diperlukan untuk pemberdayaan masyarakat nelayan.

 

     Tidak lupa  membangun industri kreatif lokal yang ada di setiap kawasan PE seperti makanan, tenun ,  kerajinan untuk dijadikan souvenir, seni pertunjukan budaya dan peningkatan kapasitas SDM setempat agar terlibat dalam dalam mengelola industri wisata. Hal ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian lokal untuk  berkontribusi dalam pembangunan industri pariwisata sebagai penggerak multi sektor.

 

     Pada hari kedua, Kamis 07 April 2022 dilanjutkan dengan 2 sesi yaitu sesi pertama  dengan paparan 2 narasumber yaitu Kepala Badan Keuangan Daerrah Provinsi NTT dengan judul : Kebijakan penganggaran dan kondisi keuangan daerah NTT Tahun 2023 dan Kepala Bappelitbangda NTT (diwakili Kabid Infrastruktur Wilayah DR. Alfons Theodorus) dengan materi  Perencanaan  Pembangunan NTT tahun 2023.

 

     Sesi kedua  dilanjutkan dengan pembahasan desk setiap perangkat daerah. Pembahasan desk perangkat daerah ini dilakukan Kamis, 07 April 2022 sampai 12 April 2022. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan usulan renja setiap perangkat daerah sudah selaras dengan upaya pencapaian target dalam RPJMD dan Renstra setiap Perangkat Daerah. Bahan usulan Renja ini akan disampaikan saat pembahasan renja dengan pihak Kabupaten/Kota nanti dalam Forum Musrenbang RKPD Provinsi NTT.


Penulis: Paul J. Andjelicus

Dokumentasi : Dinas Parekraf NTT



Artikel Lainnya


PROGRAM CSR PT. PEGADAIAN GALERI 24 DISTRO KUPANG UNTUK PANTAI WISATA LASIANA

MENJAGA KEDAULATAN RUPIAH DI KAWASAN PERBATASAN RI – TIMOR LESTE

Kota Kreatif

Lomba Geowisata Goes to School

URGENSI PELINDUNGAN HUKUM EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL (EBT) BERDASARKAN PERATURAN DAERAH UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI NUSA TENGGARA TIMUR

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT (2)

PENGEMBANGAN WISATA KOTA DI NTT

Calendar of Events East Nusa Tenggara 2024

Potret Komponen Pariwisata Kota Atambua Untuk Mengembangkan Wisata Kota Perbatasan

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata

Menulis Buku Bagi ASN Perencana

Talk Show Radio Alor : Kolaboratif untuk Mewujudkan NTT sebagai New Tourism Territory

Sertifikasi Profesi Terapis Spa Bidang Tata Kecantikan di Kota Kupang

Kegiatan Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak oleh Presiden Republik Indonesia

Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Bidang Tour Guide

SALAM GEOWISATA

TREND WISATA PASCA PANDEMI COVID-19, WISATA BALAS DENDAM?

DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN DI NTT

RAGAM KULINER RAMADHAN DI KOTA KUPANG SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA

PENYUSUNAN RENSTRA DISPAREKRAF NTT 2024-2026

BIMTEK 75 BESAR ADWI 2023

MPD SEBAGAI METODE PERHITUNGAN KUNJUNGAN WISATAWAN

SOSIALISASI MENYUSUN DUPAK

DINAS PAREKRAF NTT IKUT RAKORTEKRENBANG TAHUN 2023

BIMTEK DAN WORKSHOP ONLINE ADWI 2023 ZONA II

PUNGUT SAMPAH, PEDULI SAMPAH

Mau Belajar Sambil Rekreasi Dalam Kota?....Ayo ke Kebun TAFA

Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual bagi Berbagai Karya Cipta, Rasa dan Karsa Manusia

Festival Desa Binaan Bank NTT dan Upaya Pengembangan Ekonomi Kreatif dalam Kerangka Pemberdayaan Masyarakat

PENINGKATAN KAPASITAS PENYELENGGARAAN SAKIP DI PROVINSI NTT

PENYERAHAN BUKU KOLASE WISATA

Focus Group Discussion (FGD) Dukungan Data Penyusunan Grand Desain Pariwisata NTT

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA LELOGAMA KABUPATEN KUPANG

DISPAREKRAF NTT “ IKUT” PESPARANI NASIONAL II DI KUPANG

EXPO NUSANTARA : DARI NTT UNTUK NUSANTARA

MEREKAM KOTA KUPANG DARI DE MUSEUM CAFE JKK

Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDGs bagi Sekretariat SDGs Provinsi NTT

BKD PROVINSI NTT SERAHKAN HASIL UJI KOMPETENSI

Transformasi Pariwisata Modern Menuju Era Industri 4.0 Melalui Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional

Dinas Parekraf Provinsi NTT Berduka

Asah Kemampuan Promosi Kreatif ASN Melalui Kegiatan Pelatihan Pemasaran Pariwisata Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)

FESTIVAL GOLO KOE : GELIAT BARU PARIWISATA LABUAN BAJO

Eksotisnya Pantai di Ujung Utara Flores

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT Selenggarakan Pelatihan Implementasi Konsep CHSE

Ruang Terbuka Publik dan Penanganannya

Sosialisasi Input Data Innovative Government Award Tahun 2022

JEJAK SUKACITA FESTIVAL MUSIM DINGIN TAHUN 2022 DI SURGA TERSEMBUNYI TIMOR TENGAH SELATAN

WELCOME LABUAN BAJO

Catatan Kecil Kegiatan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif ASN

KOTA ENDE, KOTA LAHIRNYA PANCASILA

AJANG ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) 2022

Workshop Penguatan Kapasitas Sekretariat SDGs Daerah Dalam Pengelolaan Pelaksanaan SDGs

KOTA KUPANG DALAM PAMERAN GAMBAR MALOI KUPANG

Kampung Seni Flobamorata Kupang

Lasiana Beach

KAWASAN PARIWISATA ESTATE NTT : Dimana Batas-Batasnya ? Berapa Luasnya?

Standar Operasional Prosedur Disparekraf Prov. NTT

Standar Pelayanan Publik

Maklumat Pelayanan Publik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT

DESA GOLO LONI MENAWARKAN WISATA ARUNG JERAM DI FLORES

IDENTIFIKASI DAN WORKSHOP PENGEMBANGAN HOMESTAY DI DESA GOLO LONI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

Wisata Aman Bencana di NTT

Catatan Perjalanan Wisata di Fatumnasi

KEGIATAN MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

KEGIATAN PRA MUSRENBANG NTT TAHUN 2022

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF

RAPAT KOORDINASI MENDUKUNG CAPAIAN TARGET PESERTA DESA WISATA YANG AKAN MENDAFTAR DI ADWI 2022

SOSIALISASI PENGINPUTAN RKPD NTT TAHUN 2023

Buku Database 2021

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ENDE

Karya Arsitektur sebagai Daya Tarik Wisata

Pertemuan dengan Forkasse (Forum Komunikasi antar sanggar Seni Provinsi NTT)

WORKSHOP PENGEMBANGAN SENI BUDAYA KABUPATEN ALOR

DINAS PAREKRAF NTT BELAJAR APLIKASI BELA

Outlook Parekraf 2022

Mengenal Dunia Astronomi Melalui Wisata Ke Observatorium Nasional Timau Kabupaten Kupang

PROTOKOL KESEHATAN PADA DESTINASI WISATA

Semauku Indah

MENDATA POTENSI USAHA EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KUPANG

WISATA KOTA, KOTA WISATA

NTT Hijau dalam Pesona 1000 Bonsai

KICKOFF JABATAN FUNGSIONAL ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF

PARIWISATA NTT BUTUH BRANDING, GUYS !

Regional Calender Tourism Events 2022

RAKOR PEMBANGUNAN PARIWISATA RING OF BEAUTY NTT

KENYAMANAN RUANG HOMESTAY

SOSIALISASI DAN SIMULASI PANDUAN SERTIFIKASI CHSE PADA PENYELENGGARAAN MICE

MENATA ARSITEKTUR KOTA LABUAN BAJO

KASUS HIV AIDS DI PROVINSI NTT TETAP MENINGKAT

Konsep Desain Monumen di Kelurahan LLBK Kota Kupang

PEMBANGUNAN DI PROVINSI NTT MEMBUTUHKAN HARMONISASI DAN SINKRONISASI

DESA WISATA, DESA WISATA TEMATIK DAN DESA WISATA HIJAU. Mana yang Cocok Untuk NTT?

Reef Check Indonesia Kembangkan Wisata Spesies dan Industri Penunjangnya di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao

Simulasi Bencana di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov. NTT

MENDORONG STANDARISASI PELAKU PARIWISATA

Kolaborasi Kemitraan, Disparekraf NTT Gandeng Pelaku Wisata

Upaya Penerapan ISO 9001 : 2015 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PARIWISATA

Catatan Perjalanan ke Liman

Wisata Langit Gelap “Lelogama”

TALK SHOW ONLINE ANTARA BETA, DIA DAN DESTINASI WISATA NTT: KEMARIN, KINI DAN NANTI

Diseminiasi Anggaran Belanja Dinas Parekraf NTT

Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Antara Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Laut Bali dan Sekitarnya

Diskusi Konsep Smart Tourism di Indonesia Timur

Rapat Tim Pengelola Website Dinas Parekraf NTT

Bambu dan Prospek Pengembanganya Bagi Ekowisata NTT

Kunjungan Kerja Gubernur NTT ke Kantor Dinas Parekraf NTT

Kunjungan Bupati Malaka

Lokakarya Konsolidasi Pembentukan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana

Pertemuan Tim Kajian Pariwisata Aman Bencana Provinsi NTT

Literasi Desa Koanara Kabupaten Ende

Literasi Obyek Wisata Desa Praimadita Kabupaten Sumba Timur

Literasi Kabupaten Alor

Literasi Lamalera

Profile Kawasan Pariwisata Estate (PE)

MENDORONG KAMPUNG DENGE SEBAGAI PINTU GERBANG KAWASAN WISATA WAEREBO

EVALUASI DESTINASI WISATA PASCA BENCANA ALAM

Tourism Event 2022

WORKSHOP ARSITEK

DISKUSI PUBLIK PARIWISATA AMAN BENCANA DI PROVINSI NTT

MENEMUKAN POTENSI INDENTITAS FISIK KOTA KUPANG

DAYA TARIK WISATA RUMAH ADAT NTT

Belajar dari Utusan Khusus Presiden Seychelles

Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Cerah-Cemerlang

Deseminasi Pengelolaan Website Dinas Parekraf NTT

Menggali Spirit of Place Dalam Desain Kawasan Pariwisata Estate NTT

FGD Review RIPPARNAS 2011- 2025

Penerapan CHSE Usaha Pariwisata di Provinsi NTT

Tata Kelola Persampahan Di Destinasi Wisata Super Premium Labuan Bajo

Identifikasi Awal Potensi Geowisata NTT

Waterfront City Kota Kupang Sebagai Destinasi Wisata Kota

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Panen Perdana Sayur Organik

Kajian Pengembangan KSPN Nemberala-Rote dan KSPN Alor-Kalabahi


MEDIA SOSIAL DAN KONTAK


| Dinas Pariwisata Provinsi NTT
| @thenewtourismterritory
| @PariwisataNTT


Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Jl. Frans Seda 2 No.72, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, 85228
(0380) 826384
082144082555